METRO PADANG

Terlalu Sibuk Soal Pindah Ibu Kota, Andre Minta Jokowi Fokus Tangani Papua

0
×

Terlalu Sibuk Soal Pindah Ibu Kota, Andre Minta Jokowi Fokus Tangani Papua

Sebarkan artikel ini

ADINEGORO, METRO – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Gerindra Andre Rosiade mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) supaya serius menangani masalah yang berkaitan dengan masyarakat Papua. Karena masalah kisruh di Papua semakin menjadi-jadi meski tak terungkap lugas di media-media nasional.
Anggota DPR RI terpilih asal Sumbar itu menekankan permintaan itu pada Jokowi melalui cuitan pada Rabu (28/8). Andre Rosiade menyoroti peristiwa pada hari itu, ketika dikibarkannya simbol gerakan Papua Merdeka di depan Istana dan Mabes TNI.
Selain itu, tuntutan referendum juga menjadi perhatian Andre Rosiade, yang menurutnya menjadikan keadaan makin genting. Dirinya lantas menyindir Jokowi terkait pemindahan ibu kota, yang saat ini juga santer diperbincangkan.
“Pak @jokowi kami rakyat Indonesia sudah menyaksikan Bendera Bintang Kejora dikibarkan di depan Istana dan juga depan Mabes AD. Bahkan kita juga menyaksikan tuntutan permintaan Referendum. Saya ingatkan Pak @jokowi tolong fokus mengenai Papua. Jangan hanya sibuk urus Ibu Kota baru,” kicau @andre_rosiade.
Andre menyebutkan, pemindahan ibu kota belum terlalu urgen bagi rakyat Indonesia.
Tapi masalah Papua, sangat penting demi keutuhan NKRI. Jangan sampai, rencana Jokowi meninggalkan legacy (warisan) ibu kota baru, malah membuat Papua terancam lepas dari Indonesia.
“Kami minta timnya Pak Jokowi juga memberikan masukan untuk Presiden bekerja sesuai prioritas,” kata ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Menurut Andre, referendum yang mulai disuarakan itu kalau tidak segera ditindaklnjuti akan membahayakan NKRI. Pasalnya, sudah ada aparat yang diduga tewas oleh oknum-oknum Papua Merdeka.
“Jangan sampai berlarut-larut dan merugikan bagi aparat kita yang bertugas di sana,” kata mantan juru bicara Prabowo-Sandi ini.
Seperti diketahui di tengah aksi unjuk rasa, Rabu(28/8), mahasiswa Papua mengibarkan Bendera Bintang Kejora di Markas Besar TNI dan Istana Negara, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta. Aksi ratusan mahasiswa Papua yang tergabung dalam Komite Mahasiswa Anti Rasisme, Kapitalisme, Kolonialisme, dan Militerisme itu berlangsung sejak pukul 12.00 WIB.
Mereka berbaris rapi menutup tiga lajur jalan Medan Merdeka Utara; kemacetan pun tak terhindarkan. Satu per satu peserta aksi demo memberikan orasi menggelorakan Papua agar mendapat hak menentukan nasib sendiri alias self-determination rights.
Setelah menyampaikan pendapat, mereka membuka baju untuk menunjukkan simbol perlawanan dan mengibarkan tiga bendera bintang kejora di depan Mabes TNI dan Istana Negara. (*/r)