BERITA UTAMA

Pernah jadi Target, Bukittinggi Siaga Teroris

0
×

Pernah jadi Target, Bukittinggi Siaga Teroris

Sebarkan artikel ini

Polisi berjaga di kawasan Thamrin Jakarta, pascapeledakan bom.
BUKITTINGGI, METRO–2008 lalu, Kota Bukittinggi menjadi target pemboman oleh kelompok teroris Palembang. Targetnya adalah Cafe Bedudal, Kampuang Cino, yang dulu menjadi tempat favorit bagi mancanegara maupun lokal.
Kini setelah ibukota diserang bom oleh teroris, pada Kamis (14/1), kota wisata ini siaga I. Pengamanan tempat vital dilakukan, karena tidak diketahui kapan, dan dimana para teroris bejat bakal melakukan “konser”. Di Padang, pusat perbelanjaan dijaga jajaran Brimob Polda Sumbar.
Seperti diketahui, terungkapnya jika Bukittinggi pernah menjadi target, setelah ditangkapnya 10 tersangka terorisme di Palembang oleh Densus 88 Mabes Polri pada 1 Juli 2008 silam. Salah seorang tersangkanya, AT alias M terlibat dalam perencanaan peledakan Cafe Bedudal.
Kelompok teroris yang dibekuk polisi di Palembang merupakan bagian jaringan Jamaah Islamiyah. Kelompok Palembang ini sebut sebagai sel baru bentukan Noordin Mohamad Top.
Menanggapi hal itu, Kapolres Bukittinggi AKBP Tri Wahudi, Jumat (15/1) mengakui, sesuai instruksi Kapolri RI, sejak Jumat pukul 00.00 dinihari, jajaran Polri siaga I. Untuk masyarakat Tapi, untuk masyarakat tetap diminta beraktivitas seperti biasa dan jangan terpengaruh.
“Akan tetapi waspada perlu. Kita tak boleh terprovokasi,” kata kapolres. Secara khusus, kapolres mengaku tidak ada pengawasan khusus terhadap kafe-kafe yang biasa dikunjungi oleh wisatawan mancanegara.
Dijelaskan kapolres, jajaran Polres  lebih menggiatkan patroli serta deteksi dini terhadap semua ancaman ancaman, maupun informasi yang didapat dari lapangan. Untuk mencegah para pelaku teror masuk Bukittinggi, setiap kendaraan yang masuk dan keluar juga diperiksa lebih ketat.
“Beberapa personel akan menempati pos di gerbang Mapolres dan bertugas memeriksa kendaraan yang masuk, termasuk bawaan dari tamu. Semua itu hanya semata-mata untuk antisipasi mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” jelasnya. (wan)