METRO PADANG

Padang Miliki 17 Sirene Tsunami Aktif

0
×

Padang Miliki 17 Sirene Tsunami Aktif

Sebarkan artikel ini

BYPASS, METRO – Berada di zona merah tsunami, Kota Padang saat ini memiliki 17 sirene aktif, jika ancaman tsunami terjadi usai gempa besar mengguncang. Sirene akan hidup atau berbunyi jika gempa besar dan berpotensi tsunami.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang Edi Hasyimi mengungkapkan, jangkauan sirene jauhnya mencapai 300 meter dari letak sirine tersebut.
“Letak sirene itu tersebar di 11 kecamatan di Kota Padang,” ujar Edi, Kamis (22/8).
Dijelaskan, sebenarnya Kota Padang memiliki 20 unit sirene. Namun, dua unit dalam perbaikan, satu lagi alat sirene itu hilang dan sedang dicari.
“Kita meminta kepada warga untuk menjaga alat yang sudah aktif, sebab kegunaannya juga untuk warga juga. Jika ada yang sengaja mempereteli dan mencuri, segera laporkan. Agar pelaku dapat ditangkap dan berikan sanksi,” tegas mantan Kepala Bapedalda Padang ini.
Kemudian, untuk shelter, terdapat di tiga titik, yakni di kawasan Ulakkarang, Parupuk Tabing dan Simpang Damri. Shelter yang ada siap menampung sekitar 6.000 – 7.000 ribu warga. Selanjutnya, rambu-rambu jalur evakuasi sudah pasang di zona merah untuk memudahkan warga menyelamatkan diri dan mewujudkan keselamatan.
“Kita mengimbau kepada warga untuk tetap waspada dan tidak panik dalam menghadapi bencana baik itu gempa, tsunami dan lain sebagainya,” paparnya.
Di samping itu, kepada warga diharapkan tidak terpancing isu dari pihak yang tak bertanggungjawab jika gempa usai. Tunggu informasi resmi dari BPBD, BMKG dan lain sebagainya. Ini demi kenyamanan para warga serta menghindari banyak korban yang berjatuhan.
“Pihaknya akan selalu mengarahkan dan turun ke lapangan untuk warga jika bencana tiba secara mendadak,” sebutnya.
Sejalan dengan itu, BPBD terus melakukan mitigasi dari segi fisik. Yakni, dengan membangun shelter serta memperbanyak jalur evakuasi dan petunjuk arah lainnya.
Tahun ini, dari shelter yang telah ada sebelumnya, ada sebanyak 5 bangunan sekolah baru yang telah diuji dan dinyatakan layak sebagai tempat evakuasi warga. Jumlahnya terus ditingkatkan, sesuai dengan kondisi keuangan Pemko Padang.
“Untuk mitigasi fisik ini kan butuh dana besar, makanya kita sesuaikan dengan anggaran yang tersedia,” ujarnya. (ade)