METRO PADANG

Pembangunan Pertokoan Padang Theater, KPP Tolak Investor

0
×

Pembangunan Pertokoan Padang Theater, KPP Tolak Investor

Sebarkan artikel ini

PASAR RAYA, METRO – Kesatuan Pedagang Pasar (KPP) meminta Pemko Padang melalui Dinas Perdagangan untuk tidak membangun Padang Theater dengan memakai investor. Pedagang meminta agar pembangunan pasar bertingkat tersebut dengan menunggunakan dana pemerintah atau APBN.
”Kita menolak pasar dibangun investor. Karena kalau sudah investor yang masuk, kepemilikan pedagang bisa terancam. Karena mereka pasti cari untung,” sebut H Asril Manan,” Kamis (22/8).
Menurutnya, bangunan Padang Theater dari Fase I sampai Fase VII masih kuat. Yang dibutuhkan pedagang pertokoan saat ini hanyalah akses pembeli masuk ke dalam dan pembersihan lokasi agar nyaman bagi pembeli.
Selama ini, akses pasar tertutup oleh PKL sejak pagi hingga malam hari. Jika dikembalikan pada Perwako, PKL hanya boleh mulai berdagang pukul 15.00 WIB. Pedagang pertokoan akan sedikit lebih lega. Itupun sebenarnya menurut H Asril Manan sudah melanggar aturan perundang-undangan, karena berjualan di jalan dilarang oleh undang-undang.
Jika akses di Pasar Raya Barat itu dibuka, ia yakin, pembeli kembali ramai. Saat ini, pedagang pertokoan di Fase I sampai VI tidak berjual beli, karena akses jalan mereka tertutup. Akibatnya, kondisi pedagang menurut Asril Manan, seperti karakok di ateh batu. Iduik sagan mati ndak amuh.
Idealnya, dengan kondisi itu, pedagang tidak lagi dibebankan dengan investor yang akan mencari keuntungan saja. Pemerintah seharusnya membangun pasar dengan dana pemerintah seperti APBN. Sehingga tak memberatkan pedagang.
“Kalau Pemko tak bisa bersihkan, kami siap untuk gotong royong membersihkan. Tak usah membawa bawa investor,” sebutnya.
Pengurus KPP lainnya, H Havid Dt. Rangkayo Basa juga mengaku setuju dengan hal itu. Menurutnya, kawasan pasar bertingkat itu hanya butuh penataan akses ke dalam. Jika sudah diatur dan akses masuk terbuka lebar, maka jual beli akan kembali ramai. “Saya mendukung kalau bangunan pasar bertingkat ini dibangun dengan dana APBN,” katanya.
Hal senada juga dikatakan Sekretaris KPP, Irwan Sofyan. Ia berharap Pemko tidak gegabah memakai investor untuk membangun pasar. Karena pasti banyak pedagang yang tak setuju. KPP atas nama pedagang menurutnya berharap agar pasar itu dibangun dengan dana APBD atau APBN.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Padang dari Partai Gerindra, Budi Syahrial juga menyatakan demikian. Menurutnya, sebelum Pemko Padang mendatangkan investor membangun pedagang, sebaiknya Pemko membicarakan dulu dengan pedagang. Karena sudah pasti nanti pedaganglah yang akan merasakan dampaknya.
“Sosialisasikan dulu dengan pedagang, jangan asal datangkan saja. Tanya dulu apakah semua pedagang setuju, atau tidak,” katanya.
Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Endrizal mengatakan, sebelumnya, Dinas Perdagangan sudah mensosialisasikan rencana itu kepada KPP. Dan pada prinsipnya, sebut Hendrizal, KPP dulu setuju. Cuma, mungkin saat ini menurutnya perlu ada penjelasan lagi.
“Bagi yang kurang jelas, nanti kita perjelas lagi. Bahwa pembangunan itu sudah sepantasnya kita lakukan. Karena umur bangunan sudah tua,” kata Endrizal.
Sementara di sisi lain, dana APBD tak mencukupi untuk itu. Selain itu dana APBN juga belum ada. “Nanti kita perjelas lagi pada KPP,” tandas Endrizal. Saat ini investor yang akan membangun sedsng berupaya mengurus perizinan ke kementerian. Jika prosesnya selesai, maka pembangunan segera dimulai. (tin)

Baca Juga  Pedagang di jalan raya Lubuk Begalung masih Bandel, Barang Dagangan Diletakkan di Trotoar