ilustrasi
BUKITTINGGI, METRO–Bayi merah, kulit bersih dan hanya berbalut kain panjang tergeletak di pinggir jalan, Selasa (5/1) sekitar pukul 21.15 WIB. Suara tangisan bayi yang dibuang orangtuanya itu memecah kesunyian malam di kawasan Pakoan Koto Katiak, Kelurahan Parik Antang, Kecamatan ABTB, Kota Bukittinggi.
Tangisan itu membuat Dt Intan Marajo (37), warga Birugo, Bukittinggi, yang tengah menaikkan hasil panen ikan ke dalam mobil, kaget. Suara tangisan makin kencang. Saat berjalan menjauhd ari mobil, pria ini menemukan sosok bayi tergeletak di pinggir jalan. Hanya berbalut kain panjang.
“Saya kaget karena bayi itu terus menangis. Mungkin dia ketakutan atau haus. Saya langsung melapor ke ketua pemuda setempat dan warga di dekat lokasi,” ungkap Dt Intan.
Penemuan bayi perempuan ini membuat warga Pakoan Koto Katiak, buncah. Tidak ada yang tahu siapa orang tua kandung yang tega membuang bayi merah dan sehat tersebut. “Warga langsung membawa bayi malang itu ke bidan Misdar. Kita khawatir kalau kondisi bayi memburuk,” ungkapnya.
Menurut Dt Intan, kuat dugaan kalau bayi itu baru dibuang sebelum pukul 19.30 WIB. Pasalnya, saat dia datang ke kolam ikan itu sekitar pukul 19.30 WIB, tidak ada siapa-siapa di lokasi. “Dan, sekitar pukul 20.30 WIB, saya pulang sebentar dan baru kembali ke kolam ikan itu sekitar pukul 21.00 WIB,” sebut Dt Intan.
Sementara itu, sesampai di rumah bidan, sang bayi mendapat perawatan. Dia diberi susu. Menurut bidan Misdar, diperkirakan umur bayi masih 10 hari. Pasalnya, tali pusar sudah dipotong dan bersih.
“Saat ditemukan bayi dalam kondisi kedinginan. Namun, alhamdulillah, bayinya sehat, berat 3 kilogram dan panjang 50 cm,” sebut bidan Misdar.
Untuk sementara, bayi malang itu masih dalam perawatan bidan Misdar. Setelah kesehatan dan kondisinya sudah stabil, maka penemuan bayi itu akan dilaporkan ke Dinas Sosial Kota Bukittinggi.
Kapolsek Bukittinggi Kompol I Gusti Made Reje menjelaskan, untuk menjaga kesehatan sang bayi, maka perawatan diserahkan ke bidan. Selain itu, aparat kepolisian masih menyelidiki kasus pembuangan bayi malang itu. Keterangan warga di sekitar penemuan akan diminta, untuk mengetahui siapa saja orang terakhir berada di kawasan jalan Pakoan Koto Katiak. (wan)





