BERITA UTAMA

Ayah Kandung Bakar Anak

0
×

Ayah Kandung Bakar Anak

Sebarkan artikel ini

ilustrasi
DHARMASRAYA, METRO–Kejam. Seorang ayah diduga tega membakar anak kandung sendiri. Ironisnya, si ibu menyangkal jika suaminya yang membakar sang anak yang sudah mengalami luka bakar di kaki, paha dan lengan.
Suara jeritan kesakitan dan minta tolong dari rumah Suhaimi (40), membuat warga Sungai Kilangan, Nagari Sungaidareh, Kecamatan Pulaupunjung, Dharmasraya, kaget. Seketika rumah yang ditempati Suhaimi bersama suaminya, MS (41) dipenuhi warga kampung, Minggu (3/1) sekitar pukul 20.00 WIB.
Saat itulah warga mendapati Maharani (10)— anak dari Suhaimi dan MS dengan kondisi mengenaskan. Bocah ini terus menangis kesakitan. Sebagian besar tubuhnya sudah terkena luka bakar.
Warga yang sudah banyak kesal dan curiga dengan kelakuan ayah kandung dari Maharani, langsung mengamankan MS. Warga menduga kuat jika MS telah membakar Maharani. Karena selama ini sudah menjadi rahasia umum, jika MS sering menganiaya murid kelas IV Sekolah Dasar (SD) itu.
”Kami yakin jika MS yang membakar anaknya itu. Selama ini Maharani sering mendapat perlakuan tak baik dari ayahnya,” kata Con, tetangga korban, yang juga kakek dari Maharani.
”Mana mungkin api dari tungku bisa membakar tubuh bocah 10 tahun seperti ini,” ujar kakek korban, dengan nada kesal. Ia tak percaya dengan sangkalan dari ibu korban, yang menyebut jika Maharani ternakar karena api tungku. Tetangga korban juga meminta kepolisian untuk mengungkap kasus kekerasan yang dilakukan MS terhadap Maharani. Apalagi perbuatan MS terhadap anaknya itu sudah tidak sekali ini saja, tapi sudah sering.
Kemarahan warga pun makin memuncak, ketika MS tidak mau membawa Maharani yang sudah kesakitan ke rumah sakit. MS hampir terkena amukan massa. Namun, untung saja salah seorang tokoh masyarakat datang dan langsung mengamankan MS ke Mapolsek Pulaupunjung.
Sementara itu, ibu korban Maharani, Suhaimi yang dijumpai di RSUD Sungaidareh, bersikukuh jika bukan suaminya yang menyebabkan Maharani mengalami luka bakar. Perempuan ini mengaku, jika itu adalah musibah semata.
”Maharni tidak dibakar oleh ayahnya, tapi karena terbakar saat abang angkatnya Budi sedang menghidupkan api tungku yang akan memasak air,” ujar  ibu korban di RSUD.
Pengakuan Suhaimi, Minggu malam itu ia mendengar suara kesakitan dari anaknya. Dan, wanita ini langsung menuju dapur. Ia melihat tubuh Maharani sudah terkena luka bakar.
”Sebelum kecelakaan itu, Maharni sudah diingatkan oleh kakaknya Budi untuk tidak dekat-dekat karena takut terbakar api tungku. Akan tetapi, Maharani mengabaikan larangan ini. Maharani malah mendekat, dan apa yang dikhawatirkan Budi terjadi,” ungkap Suhaimi.
Meski demikian, Suhaimi tidak menyangkal kalau ada tendangan dari suaminya MS yang mengenai bibir Maharni. “Kalau dibakar tidak benar. Tapi memang sempat ada tendangan dari MS kepada Maharni dan tepat mengenai bibirnya. Akibatnya, bibir Maharani pecah,” tambah Suhaimi.
Belum Ada Laporan Resmi
Terpisah, Kanit Reserse Polsek Pulaupunjung Ipda Haris mengatakan, petugas terus melakukan pengembangan untuk mencari tahu kebenaran penyebab luka bakar yang dialami korban. “Memang ada kejadian tersebut bahkan MS telah diamankan di dalam sel tahanan Polsek Pulaupunjung yang dititipkan oleh kepala jorong setempat alasan keamanan. Sebab pada saat kejadian tersebut masa tengah berkumpul di rumah korban yang menghakimi MS,” ujarnya.
Dikatakan, sampai sekarang belum ada yang melaporkan kejadian dugaan bocah dibakar. Penyidik Polsek Pulaupunjung masih menunggu laporan maupun keterangan dari ibu korban dan saksi-saksi lainnya.
“Kita juga menunggu keterangan dari kepala jorong yang berjanji akan membuat laporan. Meski belum ada pihak yang melapor, namun penyidik tetap memproses kasus yang menimpa Maharni secara hukum,” sebutnya.
Sementara hingga kemarin, korban Maharani masih dirawat di RSUD Sungaidareh. Bocah ini belum bisa dimintai keterangan, karena kondisi yang masih buruk dan menderita luka bakar. (hen)

Baca Juga  Hati-hati! Covid-19 "Menggila" di Sumbar