BUKITTINGGI, METRO – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bukittinggi menyerahkan zakat kepada orang tua siswa kurang mampu SD-SMP se-Bukittinggi, di Aula Badan Keungan Balaikota Lama. Zakat diberikan kepada 962 siswa dari 46 SD, 8 SMP, 2 MTsN dan 1 MIN se-Kota Bukittinggi, Selasa (13/8).
Ketua Baznas Bukittinggi Prof.H.A.Rahman Ritonga mengatakan, total zakat yang diberikan sebanyak Rp302 juta untuk orang tua siswa kurang mampu. Untuk siswa SD menerima Rp300 ribu dan siswa SMP menerima Rp 350 ribu. Tujuannya untuk kelanjutan pendidikan siswa tersebut.
“Mengangkat derajat manusia bisa dilakukan dengan iman dan ilmu. Hari ini, kita menyerahkan dana zakat untuk pendidikan. Zakat bertujuan untuk membantu orang tua siswa kurang mampu. Melalui ilmu sekaligus dapat meningkatkan derajat manusia sekaligus diiringi peningkatan keimanannya,” kata Rahman.
Rahman menambahkan Baznas juga mengutamakan pendidikan baru kemudian ke ekonomi (modal usaha). Zakat diserahkan ke kepala sekolah atau guru mewakili orang tua siswa tersebut. Pihaknya juga membantu masyarakat di bidang ekonomi.
“Baznas memberikan kios-kios yang pernah jadi pasar penampungan kepada masyarakat. Nantinya, kios-kios itu bisa digunakan membuka kedai lontong, warung kopi dan sebagainya. Baznas juga sudah mengumpulkan para lurah terkait bantuan kios tersebut,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Melfi Abra mengatakan zakat ini berdasarkan hasil seleksi UPZ masing-masing. Zakat dibagi kepada siswa kurang mampu untuk menuntut ilmu serta masuk kriteria Asnaf yang delapan.
“Zakat ini sangat berarti bagi yang menerimanya sehingga sangat membantu untuk membeli kebutuhan sekolah dan sebagainya. Zakat ini juga bisa menjadi amal ibadah. Kita harapkan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dapat mendistribusikan di lingkungannya dan anak-anak dapat memanfaatkan dana zakat sesuai peruntukkan. Selain itu, niat para muzakki juga bisa tersampaikan,” pungkas Melfi. (u)





