METRO PADANG

Polemik RSUD M Zein Painan, Pengamat: Pessel Butuh Rumah Sakit yang Layak

0
×

Polemik RSUD M Zein Painan, Pengamat: Pessel Butuh Rumah Sakit yang Layak

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Polemik pemberhentian proyek RSUD M Zein Painan yang baru oleh Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni terus menuai sorotan dari berbagai pihak. Pasalnya, rumah sakit dengan anggaran Rp99 miliar tersebut membuat hubungan Hendrajoni dan Wakilnya Gubernur Sumbar, Nasrul Abit ‘retak’.
Rumah sakit yang dibangun di atas Bukit Kabun Taranak itu rencananya untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat Pesisir Selatan, sebab rumah sakit lama dianggap sudah over kapasitas dan bangunan pun sudah tidak bagus lagi.
Namun dalam perjalannya, Bupati Hendrajoni enggan melanjutkan pembangunan tersebut lantaran dikhawatirkan berpotensi hukum dikemudian hari. Mulai dari persoalan Amdal akhirnya melebar kepada pondasi bangunan dan terakhir saling serang argumen antara Hendrajoni dan Nasrul Abit.
Sala satu pihak yang menyoroti ketegangan itu, datang dari Pengamat Hukum Kesehatan Universitas Ekasakti Firdaus Diezo. Dia menilai semakin banyak dan tersedia fasilitas kesehatan di suatu daerah maka akan semakin baik pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Baik itu berupa rumah sakit daerah maupun swasta. Apalagi Pesisir Selatan yang merupakan kabupaten terpanjang di Sumbar.
“Rumah sakit yang layak dan mempunyai daya tampung banyak akan berpengaruh kepada pelayanan kesehatan,” kata Diezo yang juga Alumnus Faculty of Law UKM Malaysia ini. Rabu (14/8).
Kemudian, kehadiran rumah sakit juga berpengaruh terhadap perekonomian daerah. Walaupun sektor kesehatan tidak boleh dikomersilkan, namun kenyataannya sektor tersebut luar biasa menghasilkan. Dia juga tidak ingin masuk kepada polemiknya, persoalan politik selesai sama orang politik.
“Namun mesti diperhatikan mencapai 65 persen orang di Indonesia sakit, kemudian mereka mau diapakan? kalau mereka sakit bagaimana SDM kita. Keluarlah dari persoalan itu, cepat selesaikan dan pikiran masyarakat Pessel butuh fasilitas kesehatan,” ciletuk Diezo.
Diezo melanjutkan, tidak tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai akan berdampak kepada pengeluaran masyarakat. Sedikit-sedikit pasien di Pessel selalu dirujuk. Walaupun sudah ditanggung BPJS namun ada kost yang harus mereka tanggung seperti ongkos dan biaya jaga pasien.
“Kalau misalnya rumah sakit itu ada, alat kesehatan lengkap, tipenya baik dan punya dokter spesialis yang cukup, yang diuntungkan masyarakat,” tukas Lulusan Universitas Kebangsaan Malaysia itu.(mil)

Baca Juga  Permasalahan Sengketa Tanah harus Diselesaikan untuk Mendukung Pembangunan