Petugas dan warga mengevakuasi korban ledakan kembang api dari Pantai Purus, Cimpago, Kamis (31/12) sekitar pukul 23.45 WIB.
PADANG, METRO–Langit-langit Kota Padang, Kamis (31/12) malam dipenuhi warna warni kembang api. Suara ledakan dari mercon pun silih berganti mengiringi detik-detik pergantian tahun. Namun, siapa menyangka kemeriahan perayaan Tahun Baru yang dipusatkan di kawasan Pantai Purus Cimpago menjadi petaka bagi Gofi Fandra Putra (25).
Pemuda asal Bandaolo, Kecamatan Padang Barat ini, sekitar pukul 23.45 WIB ikut bergabung dengan ribuan waga yang sudah menyemut di kawasan Pantai Padang hingga Pantai Purus, Cimpago. Nahas bagi korban, ketika ingin menghidupkan kembang api besar, ia tidak menyangka jika kembang api itu bakal “meyerangnya.”
Informasi dihimpun POSMETRO dari sejumlah pengunjung di sekitar lokasi kejadian, korban, Gofi diduga kuat tidak mengetahui cara menyalakan kembang api yang dimilikinya. Kembang api yang dia miliki itu seharusnya ketika diledakkan harus ditancapkan di tanah, namun korban yang tidak memahami malah memegang kembang api tersebut dan meledak di tangan korban.
Petaka itu datang, kembang api langsung meledak di tangan korban. Percikan api menyambar bagian tangan, leher dan dada. Sontak, pengunjung yang sedang menikmati detik-detik malam pergantian tahun di kawasam Pantai Purus, Cimpago terkejut dan berhamburan melihat percikan kembang api yang indah dengan warna-warna yang biasa meledak di udara malah meledak di darat.
Salah seorang saksi, Lily (43) yang saat itu sedang membeli pulsa di sekitar lokasi kejadian, melihat korban saat itu sedang memegang satu kembang api yang lumayan besar di tangan. Namun, tidak lama berselang kembang api yang ditangannya meledak dan menimbulkan percikan api.
“Saya kaget, dan mencoba berlari menjauh akibat kembang api yang ada di tangannya tak meledak ke atas, namun meledak di bawah. Terlihat korban menjerit kesakitan yang dia alami setelah ledakan tersebut, dan langsung dievakuasi oleh warga,” terangnya.
Kapolsek Padang Barat Kompol Sumintak di lokasi, mengatakan akibat ledakan kembang api itu, korban mengalami luka-luka di tangan, leher, dan dada. Korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Yos Sudarso. “Selain itu, juga ada satu korban lagi remaja bernama Angel (16), namun hanya mengalami percikan api sedikit pada pinggang, dan telah diobati oleh PMI di posko pengamanan,” kata Sumintak.
Sumintak menambahkan, sebelumnya aparat telah memperingati warga dan pengunjung pantai melalui dengan pengeras suara agar tidak sembarangan memainkan kembang api. Tidak bisa dihindari ribuan warga memadati Pantai Padang untuk melihat pergantia tahun dengan pesta kembang api.
“Kita sudah memperingati warga agar selalu berhati-hati dan menghidupkan kembang api di lapangan terbuka. Namun, ada saja pengunjung yang membandel. Mungkin mereka tidak mengetahui bagaimana cara menghidupkan kembang api yang tidak biasa itu,” jelas Sumintak.
Kembang api yang dimiliki korban, menurut Sumintak berukuran besar dan seharusnya saat diledakan tidak dipegang di tangan, namun diletakkan di tanah. “Pemahaman ini yang tidak dimengerti masyarakat, mereka hanya bisa membeli dan memainkan. Seharusnya penjual memberi informasi cara pemakaian kepada pembeli,” tambahnya.
Macet Panjang, Evakuasi Terhambat
Sementara itu, kemacetan panjang di Pantai Purus, mobil ambulance yang telah standby di Pospam Cimpago, terjebak. Korban yang telah dimasukkam ke dalam ambulance terpaksa dikeluarkan lagi karena tidak bisa bergeraknya akibat padatnya kendaraan.
Korban kemudian dievakuasi ke ambulance lain yang berada di kawasan banjir kanal. Bahkan, akibat padatnya volume kendaraan membuat petugas Palang Merah Indonesia (PMI) kesulitan ketika bergerak berjalan mengangkat korban dengan tandu menuju mobil ambulance. (r)





