METRO PESISIR

Pendapatan Minim, ADD jadi Primadona bagi Nagari Guguak

0
×

Pendapatan Minim, ADD jadi Primadona bagi Nagari Guguak

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO – Dana nagari sangat dirasakan dalam mendorong percepatan pembangunan di nagari. Terlebih lagi, kebanyakan dari nagari yang ada saat ini juga belum memiliki penghasilan yang jelas, seperti halnya Pendapatan Asli Nagari. (PAN) Persoalan tersebut disampaikan Walinagari Guguak, Dt Rangkai Tuo, kemarin. Menurutnya, Nagari Guguak yang dipimpinnya saat ini memang belum memiliki pemasukan nagari yang jelas.
“Jadi karena itu kita tentu sangat mengapresiasi langkah pemerintah untuk menurunkan dana ADD untuk masing-masing nagari. Sebab tanpa adanya dana tersebut mungkin kita di nagari tidak akan bisa berbuat banyak, kecuali biasanya mungkin hanya sebatas menjalankan tugas rutin pemerintahan nagari saja,” terangnya.
Meski demikian pihaknya sebut Dt. Rangkai Tuo tentunya masih tetap berharap agar ke depannya anggaran Dana Nagari juga bisa ditingkatkan secara bertahap, sehingga dengan begitu keberadaannya bisa memenuhi kebutuhan maksimal yang diharapkan oleh masyarakat di nagari.
“Karena seperti kita ketahui, sejauh ini masih cukup banyak kebutuhan masyarakat yang ada di nagari, makanya ke depannya kita tentu berharap agar anggaran nagari hendaknya juga bisa terus ditambah dan ditingkatkan dari waktu ke waktu,” imbuhnya.
Lebih jauh Dt. Rangkai Tuo mengakui, jika pihaknya dari dari nagari saat ini cukup kesulitan untuk mencari sumber pendapatan bagi nagari. Karena jika melihat potensi yang ada di Nagari Guguak selama ini, maka hampir bisa dikatakan masih belum ada sumber pendapatan yang jelas untuk itu.
“Karena seperti diketahui bersama, di Nagari Guguak inikan tidak banyak ditemukan industri besar atau menengah, begitu pula dengan potensi sumber lainnya yang diharapkan sebagai pemasukan PAN,” ujarnya.
Namun demikian sebutnya, bukan berarti selama ini Nagari Guguak tidak memiliki potensi sumber daya alam yang menjanjikan. Sebut misalnya sumber air bersih yang saat ini dikelola oleh PDAM atau pemerintah daerah. Begitu pun halnya kawasan wisata Malibou Anai yang saban hari selalu ramai dikunjungi para pengunjung dari berbagai daerah.
“Hanya saja permasalahannya, keberadaan kedua potensi tersebut sama sekali masih belum berdampak pendapatan asli nagari Guguak, karena pemasukan yang diharapkan dari kedua sumber tersebut seperti halnya pajak dan lain sebagainya, semua dikelola oleh pihak pemerintah daerah,” terangnya.
Makanya dalam hal ini pihaknya dari nagari paling-paling hanya bisa mendapatkan imbas melalui pengembalian kelebihan pajak yang diberikan oleh pihak pemerintah. Hanya saja hal itu menurutnya sudah barang tentu tidak seberapa jumlahnya.
“Makanya harapan kita kalau bisa ke depannya ada regulasi yang lebih jelas lagi, sehingga kita di Nagari Guguak ini nantinya juga bisa mendapatkan pemasukan yang jelas dari sejumlah sumber potensial yang ada di nagari ini, sehingga dengan begitu Nagari Guguak nantinya juga bisa menikmati hasil yang jelas dari pemasukan sumber air bersih maupun pemasukan dari pengelolaan objek wisata yang ada di Nagari Guguak ini,” imbuhnya.
Hal itu tegasnya tentunya sangat beralasan, karena sebagai tuan rumah sekaligus sebagai lokasi sumber air bersih dan objek wisata yang ada di daerahnya sendiri, tentunya sudah selayaknya pula jika Nagari Guguak juga bisa menikmati langsung berbagai hasil pemasukan yang ada di daerahnya sendiri. (efa)

Baca Juga  Ruas Jalan Terban di Malibou Anai, Polisi Berlakukan Sistem Buka-Tutup di Jalan Padang- Bukittinggi