Bandara Internasional Minangkabau (BIM) di Padangpariaman, Sumbar.
PADANGPARIAMAN, METRO–Kawasan Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sudah tidak aman lagi. Salah seorang pengunjung dilarikan orang tak dikenal (OTK), Selasa (22/12) sore.
Korban, Doni Warmanto (37)— kakak kandung dari Kabag Humas Pemkab Padangpariaman Hendra Aswara, diketahui hilang misterius di kompleks parkiran BIM, sekitar pukul 17.30 WIB. Ketika itu, korban sedang menanti kedatangan orangtuanya.
Istri korban baru menyadari jika suaminya tak ada lagi setelah menunggu sekian lama di bandara. Awalnya, korban pamit untuk membeli es krim untuk anak mereka. Panik, pencarian pun dilakukan dengan cara meminta bantuan pihak bandara. Namun, bantuan dari CCTV bandara tidak bisa membantu. Keberadaan korban, Doni tetap tak diketahui.
Kapolsek BIM Iptu Dwi mengakui, pencarian korban dilakukan di kawasan bandara. Namun, tidak ada yang melihat korban. Begitu pula dari hasil pemantauan CCTV bandara.
Luka-luka
Setelah melakukan pencarian, korban Doni Warmanto, Rabu sekitar pukul 17.00 WIB pulang ke rumah dalam kondisi luka-luka sayatan di kedua tangan. Dompet berisi uang Rp1 juta dan handphone dirampas OTK.
”Saat saya menunggu orang tua turun dari pesawat dari Jakarta di BIM, saya pergi sebentar untuk membeli es krim. Namun, saat balik kembali ke tempat kedatangan penumpang, tiba-tiba pundak saya ditepuk salah seorang tak dikenal,” ungkap Doni Warmanto, didampingi adiknya Hendra Aswara.
Entah kenapa setelah itu korban manut saja. Ia menaiki mobil Luxio bersama OTK. ”Saya dibawa keluar dari BIM menuju arah Kota Padang. Di dalam mobil, mereka meminta dompet dan handphone,” sebutnya.
Dalam perjalanan menuju Kota Padang, Doni mulai sadar. Diduga pengaruh hipnotis dari pelaku sudah mulai hilang. Sadar ia dibawa OTK, Doni melakukan perlawanan. Tak ingin korban lepas, pelaku membalas. Tangan korban disayat dengan silet. Korban sempat pingsan di atas mobil.
Menurut Doni, saat itu malam sudah makin larut. Dan ketika memasuki waktu subuh, para pelaku membuangnya di kawasan Banuaran, Lubukbegalung.
”Alhamdulillah saya bisa selamat dari penjahat. Saya dibuang begitu saja di tepi jalan. Untung, ada warga yang membantu dan membawa saya ke klinik untuk dirawat. Setelah dirawat, saya akhirnya bisa pulang kembali,” ungkapnya.
Sementara itu, kakak korban, Hendra Aswara, kemarin langsung membuat laporan penculikan yang dialami kakaknya. ”Mudah-mudahan pelaku bisa ditangkap. Dan, Alhamdulillah, kakak saya kembali dalam keadaan selamat,” pungkas Hendra. (efa)





