AGAM, METRO – Tangis Ny. Yunisra Syahiran pecah begitu menyambut kedatangan Bupati Agam, Indra Catri beserta istri dan rombongan datang melayat ke rumah dinas Bupati Pasaman Barat, Selasa (6/8). Air mata Yunisra tidak terbendung lagi dikala Bupati Agam menghampiri dan menyalaminya, karena duka mendalam dialami atas kepergian orang yang dicintainya untuk menghadap sang khalik.
Pada kesempatan ini Bupati Agam, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Agam, Martias Wanto Dt Maruhun, seluruh Asisten Setda Agam dan beberapa Kepala OPD Pemerintah Kabupaten Agam lainnya. Rombongan berangkat dari rumah dinas Bupati Agam pukul 08.30 WIB, dan langsung menuju rumah duka.
Pada kesempatan yang sama Indra Catri menyampaikan, kedatangan rombongan Pemkab Agam kali ini untuk melengkapi kehadiran Wakil Bupati Agam pada pemakaman dan pelepasan jenazah secara resmi hari Minggu (4/8) yang lalu.
“Kami segenap unsur Pemerintah Kabupaten Agam tentunya sangat merasakan kehilangan dengan kepergian almarhum. Kedatangan kami kali ini selain untuk menunjukan rasa turut berduka, juga diharapkan mampu sedikit menghibur keluarga yang ditinggalkan,” terang Indra Catri.
Menurut Bupati, almarhum Syahiran baginya adalah sosok senior yang berkesan terhadap apa dilakukan selama ini. Bahkan secara pribadi almarhum selalu memberikan nasehat dan masukan kepadanya untuk kepentingan masyarakat. Sehingga Bupati Agam sangat kehilangan salah satu bupati atau tokoh terbaik di Sumatera Barat.
Tidak hanya Bupati Agam, tentu yang paling merasa kehilangan adalah masyarakat Pasaman Barat. Untuk itu, Bupati Agam mengajak masyarakat Pasaman Barat agar mengikhlaskan kepergian almarhum dan mendoakannya semoga mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Di samping mendoakan almarhum, marilah kita ambil iktibar tentang kebaikan yang ditinggalkan seperti, bagaimana pertanggungjawaban dalam menjabat sebagai bupati, membina keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.
Ahli waris almarhum, Jhoni Hendri selaku menantu mengucapkan terimakasih atas kedatangannya, serta doa yang teriring untuk almarhum. Ia menjelaskan awal almarhum dirawat, yang sebelumnya beliau mengalami penurunan kesehatan dan dibawa ke Rumah Sakit M Jamil Padang untuk mendapatkan perawatan. Setelah tiga pekan dirawat, dibawa ke RS Pondok Indah Jakarta agar mendapatkan perawatan lebih baik.
Selama 17 hari dirawat, Sabtu (3/8) malam kesehatannya semakin menurun, dan sekitar pukul 23.30 WIB almarhum menghembuskan nafas terakhirnya diusia 66 tahun. Kepergian almarhum meninggalkan satu orang istri dan empat orang putri.
“Bagi saya beliau adalah orang tua yang bijaksana dan santun. Bahkan almarhum pergi dengan tenang dan ketika memandang wajahnya seperti melihat beliau beberapa tahun lalu,” ulasnya. (pry)





