BERITA UTAMA

Kampus Unand Membara; Basecamp Proyek RS Ludes, Satu Mobil Terbakar

0
×

Kampus Unand Membara; Basecamp Proyek RS Ludes, Satu Mobil Terbakar

Sebarkan artikel ini

Usaha pemadaman api dilakukan sekitar 10 unit mobil Damkar Kota Padang dan puluhan petugas. Namun, besarnya api membuat kebakaran makin meluas dan membakar bangunan basecamp serta kantor PT Adhi Karya di lokasi pembangunan proyek Rumah Sakit Unand, Kamis (17/12) siang.
PADANG, METRO–Kepulan asap hitam dan pekat membumbung di langit Limau Manih, Kamis (17/12) pukul 11.00 WIB. Api dengan cepat menghabisi basecamp atau barak pekerja PT Adhi Karya yang tengah mengerjakan Rumah Sakit (RS) Universitas Andalas (Unand).
Barak pekerja sepanjang 150 meter dalam sekejap dijilati si gulambai. Ganasnya api ikut membakar 1 unit Avanza BA 2266 JJ, yang terpakir di lokasi proyek.
Kebakaran yang terjadi ketika cuaca terik itu, membuat warga ikut panik dan mendekati lokasi kebakaran. Sejumlah mahasiswa dan karyawati rektorat juga dibuat terkejut, karena kepulan asap pekat terlihat dengan jelas.
”Awalnya, tidak tahu apa yang terbakar. Rupanya, lokasi barak pekerja yang tengah mengerjakan rumah sakit,” ungkap Dewi (40), pegawai rektorat Unand, kepada POSMETRO.
Sementara di lokasi, para pekerja juga terlihat panik. Bangunan semi permanen terbuat dari kayu yang disekat-sekat ini, dengan mudah terbakar. Begitu juga beberapa barang proyek yang juga hangus terbakar.
Pengakuan security PT Adhi Karya di lokasi, Zainal Efendi (43), api muncul dari salah satu ruangan di basecamp. Setelah itu, api dengan cepat membesar dan merambat ke ruangan lain.
Saksi mata lain, Faisal menyebut, asap tebal muncul dari kantor proyek. Pada saat itu seorang pekerja sedang memasak di dapur dan api muncul dari kompor tersebut.
Sementara itu, Wagiono (40)—salah seorang mandor proyek menjelaskan, tidak mengetahui sama sekali dari mana asal api pertama muncul. ”Kebetulan pada saat itu, saya sedang bekerja di Rumah Sakit Unand. Dari kejauhan terlihat api sudah membesar yang melahap tempat peristirahatan kami. Dan, saya pun langsung turun tangga dan berlari untuk memadamkan api dengan alat seadanya.
Namun, usaha dari pekerja ini sia-sia saja. Panasnya cuaca serta pengaruh angin, membuat api makin besar dan menjilati bangunan lain.
Api akhirnya bisa dikendalikan setelah petugas pemadam kebakaran (Damkar) tiba di lokasi. Sebanyak 10 unit mobil Damkar dan 70 personel berjibaku memadamkan api. Sedangkan di sekitar lokasi, sudah banyak mahasiswa berdatangan untuk menyaksikan api yang membakar barak-barak pekerja.
Kabid Pemadam Kebakaran BPBDPK Kota Padang Harry Febrian, usai pemadaman api, menyebut, petugas menerima laporan pada pukul 11.00 WIB siang. Setelah itu, mobil Damkar tiba dan menjinakkan api. Hampir satu jam petugas berusaha memadamkan api, dan mencegah kebakaran makin meluas.
”Sesampai di lokasi, api sudah membesar dan menghabisi beberapa barak-barak. Bangunan yang terbakar merupakan kantor dan basecamp PT Adhi Karya yang tengah mengerjakan proyek Rumah Sakit Unand,” ungkap Harry. Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran tersebut. Namun, kerugian diperkirfakan mencapai Rp700 juta.
Sementara, salah seorang mahasiswi Unand, Intan (19), menyebut ketika kejadian berlangsung ia baru saja menyelesaikan perkuliahan. Saat itu sudah banyak mobil Damkar berseliweran menuju RS Unand yang tengah dibangun.
Project Produksi Manajer PT Adhi Karya, Faisal (40) membenarkan kebakaran yang menghabisi basecamp yang biasa dihuni pekerja.
”Bangunan yang terbakar ini panjangnya sekitar 150 meter, merupakan kantor dan basecamp PT Adhi Karya. Informasi yang saya dapat, ada kompor meledak di salah satu ruangan dalam basecamp,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bagian (Kabag) Umum Unand Masrial Jamal, seperti dilansir gentaandalas.com, mengaku kaget dan langsung menuju lokasi kejadian ketika mendengar kantor proyek rumah sakit terbakar. ”Saya mendengar kabar kalau kantor rumah sakit terbakar. Saya langsung menuju lokasi kebakaran,” ujar Masrial. (cr13)