METRO PADANG

Koperasi Ciptakan 8.000 Lapangan Kerja

0
×

Koperasi Ciptakan 8.000 Lapangan Kerja

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Pengurus Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Provinsi Sumbar, Mirwan mengatakan, pihaknya melakukan penguatan kelembagaan koperasi  di wilayah dan daerah, untuk mengembangkan koperasi di Sumbar, agar bisa menjadi berskala besar mandiri dan modern.
Menurutnya, hingga Desember 2018, jumlah koperasi di Sumbar mencapai 3.624 koperasi dengan anggota mencapai 600 ribu orang dan 8000 lapangan kerja. “Dengan kondisi ini, koperasi telah membantu pemerintah daerah dalam menyediakan lapangan kerja usia produktif dan mengurangi pengangguran,” ujar Mirwan saat Peringatan puncak HUT ke-72 Koperasi di Provinsi Sumbar, Sabtu (27/7) di Jalan Transito, Kelurahan Ulakkarang Selatan, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang.
Mirwan mengungkapkan, sekitar 12, 3 persen koperasi di Sumbar sudah  nenjalankan usaha ekonomi mencapai angka Rp2 miliar. Koperasi di Sumbar membangun ekonomi masyarakat di akar rumput, melalui usaha mikro, simpan pinjam, pertanian dan lainnya.
Era industri 4.0 menjadi tantangan yang semakin rumit, dengan perubahan tekhnologi informasi robotik yang cukup pesat. Di era iniPola gaya hidup generasi milenial berubah dengan menginginkan semua serba instans, yakni mudah cepat murah dan aman. Kondisi ini berdampak terhadap ekonomi Indonesia. Karena itu, koperasi harus hampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan. Dan bertansformasi dengan lingkungan yang dinamis.
Untuk menghadapi era industry 4.0 ini, perlu dibangun insan koperasi yang memiliki karakter kreatif dan inovatif dan dapat beradaptasi. “Kreativitas dan inovasi yang tinggi dalam menata koperasi dan strategi bisnisnya. Melakukan pengelolaan dan pembinaan kelembagaan koperasi. Memilih insan koperasi yang professional dengan memanfaatkan tekhnologi informasi dan memahami kebutuhan dan keinginan pelanggan, dan menjalankan koperasi berdasarkan prinsip koperasi,” ujarnya.
Mirwan mengucapkan terima kasih kepada Pemprov Sumbar yang sudah memberikan apresiasi kepada pelaku koperasi yang berprestasi tingkat provinsi. “Terima kasih kepada Gubernur Sumbar dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Sumbar dan jajaran yang bekerja keras melakukan penilaian koperasi. Mereka telah mengunjungi dan menyeleksi 350 lebih koperasi menjadi 20 koperasi yang berprestasi,” ungkapnya.
Mirwan juga berharap dukungan pemerintah daerah dalam melakukan pembinaan kepada koperasi. Termasuk juga dukungan melalui APBD. Tidak dipungkirinya, masih ada kepala daerah yang tidak memperhatikan koperasi di daerahnya. Tetapi koperasi tersebut justru berprestasi dan mandiri, tanpa ada sentuhan dinas koperasi di daerahnya.
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno tidak dipungkirinya, saat ini keadaannya, hanya 10 hingga 20 koperasi yang eksis di Sumbar. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi dan intropeksi, apa yang terjadi dengan koperasi di Sumbar?” ungkapnya.
Menurutnya, yang salah itu sistem. Dulu jaman orde baru, koperasi dibantu pemerintah, sehingga tidak mandiri. Di era reformasi koperasi tidak dibantu lagi. Akibatnya banyak yang tutup dan bubar. “Yang sudah mandiri masih tetap mandiri. Tidak ada kata terlambat untuk meningkatkan koperasi menjadi maju dan jaya untuk kesejahteraan masyarakat. Untuk memperbaikinya harus intropeksi dan evaluasi,” ujarnya.
Mengevaluasi koperasi itu menurut Irwan Prayitno sangat mudah. “Kalau ada koperasi yang tidak ada melakukan RAT, maka koperasi itu tidak benar. Ada juga koperasi yang melakukan RAT, tapi sisa hasil usaha (SHU)-nya tidak ada, itu sama juga tidak benar. Perlu reformasi. Jangan ambil makan dari koperasi, tetapi membantu koperasi untuk kesejahteraan anggota,” tegasnya.
Menghadapi tantangan era industri 4.0, Irwan Prayitno mengajak seluruh koperasi dan pelaku UMKM untuk mengikuti revolusi tersebut. Kalau tidak akan tergilas dan tertinggal mengikuti perkembangan zaman. “Banyak langkah perlu dilakukan untuk mengikuti revolusi industri 4.0. Koperasi harus membuka diri  untuk mengikuti perkembangn tekhnologi informasi. Inilah manfaat PLUT KUMKM ini. Koperasi jangan hanya simpan pinjam saja yang untung, tapi juga harus diikuti dengan perkembangan produksi usaha,” ajaknya.
Irwan Prayitno juga mengingatkan koperasi agar meningkatkan kualitas kelembagaannya. Termasuk juga akses modal. Saat ini sudah ada BUMD yang membantu permodalan, seperti  Jamkrida dan Bank Nagari. “BUMD ini akan membantu selama ikut prosedur. Jika semua dilakukan maka daya saing meningkat, penghasilan bertambah. Standar lisensi serta standarisasi produk juga harus ditingkatkan. Termasuk juga akses pasar dan lainnya,” ungkapnya. (fan)