AMPANG, METRO – Pelebaran Jalan Raya Ampang yang sempat terhenti, kembali dilanjutkan. Pembebasan lahan yang menjadi penghambat pelebaran tersebut, sudah tuntas dilakukan oleh Pemko Padang.
Pantauan POSMETRO, Minggu (28/7), lahan yang sudah dibebaskan tersebut, terlihat sedang dilakukan pengerjaan kelanjutan pembuatan saluran drainase. Sebelumnya di kawasan itu, ruas jalan mengalami penyempitan karena belum tuntasnya pembebasan lahan. Sehingga mengganggu arus lalu lintas di jalan yang menjadi jalur evaluasi tsunami tersebut.
“Alhamdulillah, berkat pendekatan secara kekeluargaan yang dilakukan pemko, akhirnya pelebaran Jalan Raya Ampang kembali dilanjutkan. Pengerjaan sempat terhenti beberapa waktu lalu akibat adanya pembebasan lahan yang belum tuntas,” ujar Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah.
Mahyeldi menambahkan, pembebasan lahan dilakukan oleh Pemko Padang. Kemudian saat ini dilakukan pengerjaan saluran drainase oleh Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar. Untuk pengaspalan terang Mahyeldi, jika tidak dikerjakan oleh Pemprov Sumbar, maka Pemko Padang akan melakukan pengerjaannya.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sumbar, Fathol Bari mengatakan, bahwa Jalan Raya Ampang itu merupakan jalan kota dan bukan jalan provinsi. Menurutnya, di Padang hanya dua jalan provinsi yaitu Jalan Teluk Bayur-Nipah dan jalan Purus-BIM.
Dimulai kembali pelebaran Jalan Raya Ampang ini disambut baik masyarakat, terutama netizen yang mengomentari postingen Mahyeldi dalam Instragram bernama @mahyeldisp. Salah seorang netizen, Fiqartamin mengungkapkan, dengan sudah tuntasnya pembebasan lahan tersebut, kawasan tersebut tidak akan macet lagi.
Hal yang sama juga diutarakan pemilik akun @dissyabenna. “Alhamdulillah, semoga macetnya Kalawi jadi berkurang,” tukasnya.
Netizen lain berharap Mahyeldi juga memperhatikan ruas jalan lainnya di Kota Padang. Seperti, ruas jalan Jati, Jalan Gajah Mada, jalan menuju SMA 14, dan jalan Banda Buek menuju Solok. Kemudian, juga ada yang meminta pemko untuk memperlebar ruas jalan Pasar Baru-Banda Buek.
“Alah sampik bana jalannyo pak, apolai kalau alah mulai masuk kuliah,” tandas pemilik akun @ikee_henny3005.
Bangunan di Drainase Dibongkar
Pemko juga berencana akan membongkar bangunan-bangunan yang berdiri di atas saluran drainase yang ada di Jalan Raya Ampang. Bangunan-bangunan tersebut terang Mahyeldi, akan ditertibkan.
“Saluran air itu bukan milik pribadi dan bukan untuk masyarakat. Untuk itu, bangunan yang ada di atasnya akan dibongkar. Sebab, hal ini menyalahi aturan” tukasnya.
Mahyeldi mengungkapkan, mobil informasi milik Pemko Padang sudah berkeliling untuk memberitahu masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di atas saluran drainase. (uki)





