METRO PESISIR

Bibit Padi Putiah Papanai Dipanen Bersama

0
×

Bibit Padi Putiah Papanai Dipanen Bersama

Sebarkan artikel ini

PDGPARIAMAN, METRO – Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Padangpariaman Yurisman, kemarin, turun lapangan meninjau para petani yang memakai bibit padi putiah papanai. “Saya sekarang turun lapangan bersama sama dengan semua pemangku kepentingan, mulai dari petani, tokoh tokoh petani, aparat pemerintah BPTP Sumbar,” kata Yurisman, di areal tanaman padi Putiah Papanai Kelompok tani Saiyo Nagari Air Tajun, Kecamatan Lubuk Alung.
Katanya, turun lapangan ini karena mereka sekarang petani lagi panen. Mereka para petani juga bersama sama, turun bersama sama, berkumpul bersama sama ke lokasi panen padi bibitan putiah papanai ini.
“Sekarang jerih payah saya telah terobati dengan bibitan padi putiah papanai ini. Kenapa tidak, jerih payah saya selama lebih kurang 120 hari telah menghasilkan sekarang ini. Apalagi bibit putiah papanai ini diberi nama oleh Bapak Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni, “ ujarnya.
Dikatakan saat ini bibit padi terebut telah panen dan telah cukup harinya untuk dipetik hasilnya.
“Kami berkeinginan besar varietas baru ini menjadi salah satu komoditi unggulan lokal dari Padangpariaman untuk nasional,” ujarnya.
Sebelumnya, sebanyak lima varietas lokal Kabupaten Padangpariaman mendapatkan pengakuan Kementerian Pertanian untuk dimanfaatkan petani dalam meningkatkan perekonomiannya. “Pengakuan tersebut untuk menyatakan bahwa varietas itu hanya ada di Padangpariaman,” katanya.
Lebih jauh dikatakan, lima varietas lokal tersebut yaitu padi putiah Padangpariaman Anai (Papanai), durian talantam Kayu Tanam, durian Kunyik Patamuan, jambu biji piraweh Ampalu, dan pinang wangi.
Varietas tersebut hasil pengembangan pihaknya bersama pihak terkait sehingga ditemukan jenis tanaman unggul. “Ini merupakan inovasi kami untuk meningkatkan perekonomian petani di Padangpariaman,” ujarnya.
“Keunggulan varietas tersebut, yaitu mulai dari biji atau buah yang dihasilkan lebih banyak, tahan hama, dagingnya tebal, dan rasa lebih enak. Ini tentu pontesi yang dapat dimanfaatkan petani guna meningkatkan perekonomiannya,” ungkapnya
Yurisman menyebutkan potensi yang dapat dimanfaatkan petani di daerah itu yaitu mulai dari menanam di lahan masing-masing serta sebagai tempat pembibitan untuk dijual kepada sejumlah pihak.
Ia menyampaikan tahun pengakuan dari Kementerian Pertanian untuk masing-masing varietas tersebut berbeda-beda, sesuai dengan waktu pengusulan Pemerintah Kabupaten Padangpariaman kepada kementerian tersebut.
Yurisman merinci untuk jambu biji piraweh Ampalu mendapatkan pengakuan pada 2015, pinang wangi 2017, padi putiah Papanai 2018, serta durian talantam Kayu Tanam dan durian Kunyik Patamuan pada Februari tahun ini. (efa)