Ratusan kendaraan dari arah Padang menuju Kerinci terjebak dalam kemacetan parah, Senin (7/12) siang. Antrean kendaraan dipicu longsornya kawasan perbukitan di Jalan Nasional di Jorong Liki, Nagari Lubuak Gadang Selatan Kecamatan Sangir.
SOLSEL, METRO–Hujan yang berkepanjangan melanda Solok Selatan (Solsel) sejak beberapa minggu ini membuat daerah dengan topografi berbukit ini menjadi rawan longsor. Senin (7/12) sekitar pukul 10.30 WIB, Jalan Nasional di Jorong Liki, Nagari Lubuak Gadang Selatan Kecamatan Sangir, longsor.
Bukit setinggi 50 meter meluncur turun ke jalan, sehingga akses jalan Padang menuju Kerinci, Provinsi Jambi tertutup selama 2,5 jam. Akibatnya terjadi kemacetan panjang hingga mencapai dua kilo meter dari dua arah.
Longsor yang menimbun jalan setinggi 75 centi meter ini membawa material bebatuan dan kayu yang tumbang sehingga kendaraan yang meleintasi jalan tersebut tida bisa lewat. Untuk mengurai kemacetan yang panjang tersebut, masyarakat setempat bersama pihak Polres.
Solsel yang dikomandoi Kasat Lantas Polres Solsel, AKP Indra dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solsel bergotong-royong secara manual untuk membuang material dari jalan. Setidaknya, gotong royong ini berjalan selama 2, 5 jam sehingga kendaraan baru bisa melewati jalur Padang-Kerinci tersebut.
Kasatlantas Polres Solsel AKP Indra di lokasi longsor, Senin (7/12) untuk menguraikan kemacetan ini, pihaknya menerjunkan hampir 40 personel dari Polres Solsel untuk bergotong-royong secara manual membuang material yang menimbun jalan. Lambatnya membersihkan material tersebut karena adanya batu besar dan pohon kayu yang harus menggunalan alat sepert chainshaw. Sedangkan untuk batu besar ini harus ditarik memakai mobil.
”Setelah bergotong-royong bersama warga dan BPBD, 2,5 jam usai kejadian jalan sudah bisa dilalui oleh kendaraan,” ujarnya.
Setelah kendaraan yang terjebak macet bisa lewat satu persatu yang diatur oleh personel lantas, baru pembuangan material dilanjutkan menggunakan alat berat.
Dijelaskan, longsor terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, dan kendaraan baru bisa lewat sekitar pukul 13.00 WIB. Diperkirakan akibat longsor tersebut terjadi kemacetan hingga 2 kilometer. ”Akibat longsor di Liki tersebut, jalur tertutup hingga dua setengah jam. Sekitar jam satu mobil sudah bisa lewat dengan antrean satu per satu,” jelasnya.
Sekretaris BPBD Solsel, Sumardianto kepada koran ini menyebutkan, akibat longsor yang menimbun jalan hingga 20 meter ini tidak menimbulkan kerusakan dan kerugian. Longsor tersebut merupakan bukit kosong setinggi sekitar 50 meter. Material longsor tersebut hanya menimbun jalan dan material bebatuan dan kayu ini tidak mengganggu lahan pertanian warga.
”Longsor di Jalan Nasional Padang-Kerinci tidak menimbulkan kerusakan yang berarti dan tidak ada korban jiwa. Akibat longsor ini terjadi kemacetan panjang,” ungkapnya.
Disebutkan, untuk mengurai kemacetan tersebut, masyarakat bergotong royong bersama kepolisian dan BPBD. Setelah kendaraan bisa lewat, sekitar pukul 14.00 WIB material longsor tersebut dibuang memakai alat berat weloader.
Sekitar pukul 15.00 WIB, kendaraan sudah bisa lewat dengan normal karena material longsor berupa bebatuan dan kayu kayu yang dibawa longsor sudah dibuang. “Jam 15.00 WIB, kendaraan sudah bisa lewat dengan normal setelah material longsor yang membawa bebatuan dan kayu dibuang oleh alat berat,” pungkasnya. (afr)





