METRO BISNIS

Berikan Modal melalui Program Kemitraan, Pertamina Dukung Petani Kembangkan Serai Wangi

0
×

Berikan Modal melalui Program Kemitraan, Pertamina Dukung Petani Kembangkan Serai Wangi

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Melalui Program Kemitraan (PK), Pertamina Marketing Operasinal Regional (MOR) menyalurkan modal bergilir untuk mendukung petani Sumatera Barat mengembangkan komoditas serai wangi di Sumatera Barat. Apalagi, peluang komoditas sera wangi sangat tinggi, mengingat kebutuhan dunia mencapai 2.500 ton dan baru terpenuhi sekitar 50 sampai 60 persen.
Unit Manager Communication & CSR MOR I Roby Hervindo mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan penyaluran dana PK di seluruh wilayah MOR I sebesar Rp16 miliar. Selama Januari hingga Juli 2019, khusus di Sumbar pihaknya telah menyalurkan dana PK senilai lebih dari Rp2 miliar.
“Mendukung petani serai wangi dan sawit Sumbar, Pertamina MOR I menyalurkan modal bergulir melalui Program Kemitraan. Dukungan PK kali ini, kita menyalurkan Rp1,51 miliar. Akad PK dilaksanakan di Hotel Grand Inna Padang yang diperuntukkan pada para petani di Pasaman Barat, Pasaman Timur, Payakumbuh dan Pesisir Selatan,” kata Roby Hervindo.
Roby menjelaskan, Pertamina bersama mitra binaan Rumah Harum Atsiri memberi wawasan kepada petani Sumbar yang selama ini hanya menanam sawit. Serai wangi punya nilai jual yang tinggi dan harganya stabil, bahkan cenderung naik. Selain itu, tanaman ini tidak rewel karena tidak memerlukan perlakuan khusus serta bebas hama.
“PK Pertamina memberi akses permodalan bagi UMKM dengan bunga administrasi sangat ringan, hanya tiga persen. Plafon pinjaman mencapai maksimal Rp200 juta, dengan waktu pengembalian hingga 36 bulan. Prosedurnya mudah, cukup melengkapi formulir yang disediakan Pertamina,” ungkap Roby.
Selain akses permodalan ungkapnya, Pertamina juga mengembangkan UMKM binaannya melalui berbagai pelatihan. Dukungan pengembangan usaha UMKM pun dilaksanakan melalui beragan kegiatan promosi. Seperti mengikutkan mitra binaan dalam pameran skala lokal, nasional maupun internasional.
“Kami membuka lebar akses permodalan PK kepada lebih banyak pengusaha UMKM. Semoga dapat dimanfaatkan optimal oleh pelaku UMKM di Sumbar,” ujar Roby.
Sementara itu, bersarkan data dari Bank Indonesia (BI) Sumbar menyebut pertanian sebagai salah satu sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang potensial dikembangkan. Dalam kajian ekonomi regional triwulan I Sumbar, BI menyajikan sumbangsih produk domestik regional bruto (PDRB) sektor ini mencapai Rp9,163 miliar. Tertinggi dibanding sektor usaha lain.
Hingga kini, sawit masih menjadi jawara sektor pertanian di Sumbar. Padahal ada komoditas pertanian lain yang potensial jadi primadona. Adalah serai wangi atau Citronella Oil yang bisa jadi pundi baru petani. Menyitir data dari PTPN IX, konsumsi minyak serai wangi dunia mencapai hingga 2.500 ton per tahun. Kebutuhan ini hanya mampu terpenuhi 50 sampai 60 persen saja. Indonesia sendiri baru bisa mensuplai 200 hingga 250 ton per tahun.
Camat Silaut Kabupaten Pesisir Selatan, Syamwil, yang hadir pada kesempatan itu menyatakan apresiasinya kepada Pertamina yang telah berkontribusi besar memberikan permodalan kepada petani mendukung pengembangan serai wangi ini.
“Saya berterima kasih pada Pertamina. Dengan PK ini, saya harap dapat membantu petani yang akan membuka sebagian lahannya menanam serai wangi. Karena perkiraan di triwulan III ini untuk produksi sawit menurun,” pungkas Syamwil. (rgr)