DHARMASRAYA, METRO – Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan mengecek proses pembangunan Embung yang berada di Jorong Koto Daulat, Nagari Sungai Duo, Kecamatan Sitiung, Rabu (17/7). Embung yang akan diberi nama Embung Gajah Meno ini harus dikerjakan seoptimal mungkin, guna mencapai hasil yang memuaskan dan daoat meningkat perekonomian masyarakat.
“Pemerintah nagari mestinya mampu mengoptimalkan pemanfaatan embung Gajah Meno ini demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar bupati.
Wali Nagari Sungai Duo, Ali Amran menyebutkan, dibangunnya embung ini dapat meningkatkan perekonian masyarakat khususnya dibidang pertanian, wisata air serta wisata kuliner.
“Jumlah sawah yang di aliri embung ini sekitar 114 hektar yang merupakan sawah kampung.dengan potensi sekitar 6 ton per hektar,” jelas Ali Amran.
Selain untuk pertanian, embung ini juga menjadi tempat wisata air, wisata kuliner yamg nantinya akan di sediakan spot-spot yang berada di sekitar embung ini. “Kita optimis dengan adanya embung ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Terima kasih pak Bupati yang telah mengupayakan menjemput dana pusat untuk pembangunan embung ini,” ujarnya.
Embung dibangun dengan kedalaman 175 cm ini diperkirakan mampu mengairi sawah seluas 200 hektare. Kemudian juga dapat dimanfaatkan untuk menjadi destinasi wisata air dan pengembangan budidaya perikanan.
Bupati Sutan Riska menggandeng Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V untuk membangun embung di sana. Dengan adanya proyek tersebut diharapkan warga Koto Daulat bisa memanfaatkan untuk mengembangkan perekonomian keluarga.
Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan, embung yang dibangun di Koto Daulat itu bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah sekitar 200 ha yang terdiri dari 114 sawah masyarakat. Selain itu, embung itu bisa dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya perikanan. Dan juga untuk menarik kunjungan wisata bagi masyarakat sekitarnya.
“Tahun ini dari BWS kita dapat dua embung, Sungai Duo dan Siluluk, tujuannya untuk membangun perekonimian masyarakat,” jelas bupati.Pengawas Pelaksanaan dari PT Vania Cipta Mandiri, Adrian menyebutkan, pembangunan embung ini menghabiskan anggaran sebesar Rp 3.9 milyar dari APBN.
“Pembangunan Embung ini menggunakan konsep wisata, selain untuk irigasi sekaligus objek wisata alam dengan sisa waktu 6 bulan, kita upayakan semaksimal mungkin guna menyelesaikan pembangunan,” ujar Adrian
Pengerjaan Embung diharapkan selesai dalam waktu 220 hari kalender. Dibiayai pemerintah pusat melalui BWS Sumatera V sebesar Rp 3.9 miliar. Embung itu setelah jadi diperkirakan mempunyai luas 1 hektar dengan ketinggian 300 cm, kedalaman 175 cm dan kedalaman air 125 cm. (g)





