PARIAMAN, METRO – Untuk pertama kali tahun 2019 ini, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kota Pariaman memfasilitasi pernikahan pasangan lanjut usia, kemarin, di Rumah Lansia Kota Pariaman. “Ini memang perdana di Tahun 2019 yang melangsungkan pernikahan di rumah lansia dan kami sangat mendukung hal tersebut karena ini semua demi kebaikan para lansia, “ ungkap Kepala DP3AKB Kota Pariaman Nazifah saat menjadi saksi dari pasangan lansia tersebut, kemarin.
Dia Hirmawati (63), warga Desa Cimparuah yang baru saja melangsungkan pernikahannya dengan Syahril (70 ) berdomisili di Kota Bandung mengucapkan banyak terima kasih kepada DP3AKB yang bersedia menyiapkan semuanya demi kelancaran pernikahannya.
Rumah lansia memang di desain seindah dan senyaman mungkin agar para lansia merasa betah saat berada dirumah lansia Kota Pariaman. Apalagi saat ini dekorasi rumah lansia menggunakan pelaminan dan pernak pernik adat lainnya.
“Saya dan keluarga begitu terharu dan senang saat tahu DP3AKB Kota Pariaman bersedia memfasilitasi pernikahan kami dan membuat kami seakan menjadi pasangan seperti yang lainnya. Awalnya memang sedikit malu karena sudah tua namun kami akan mengenakan pakaian anak daro marapulai, tetapi karena memakainya hanya di rumah lansia akhirnya kami mau, “ ungkap ibu Hirmawati.
Ibu dari 3 orang anak ini menambahkan, sebenarnya dirinya teman lama saat masih bujang dan gadis namun mungkin saat itu kami belum ditakdirkan berjodoh. Setelah suaminya meninggal 8 bulan lalu dan bapak ditinggal meninggal juga 1 tahun yang lalu, anak – anak mulai mengatur strategi pertemuan dan alhamdulillah sampai pada tahap pernikahan.
Sementara itu Syahril yang juga merupakan pengurus PKDP Kota Bandung mengatakan, mengucapkan banyak terima kasih kepada Pemerintah Kota Pariaman yang bersedia mempersiapkan semuanya sampai saya merasa muda kembali karena harus diarak pakai gandang tasa dengan pakaian marapulai.
“Saya pikir ini hanya pernikahan lansia biasa saja yang menikah dengan baju kuruang dan setelah itu selesai, namun kali ini berbeda. Saya didandani ala raja sehari, memakai roki, diarak dengan iringan yang membawa juadah dan ini sungguh luar biasa persiapan dari Pemko Pariaman,” ungkap metal sapaan akrabnya.
Kepala DP3AKB Kota Pariaman Nazifah berharap, dengan adanya fasilitas ini, para lansia yang juga punya keinginan menikah dan sedikit malu, temui langsung DP3AKB Kota Pariaman. Kami akan fasilitasi pernikahannya dirumah lansia dengan semeriah mungkin.
“Lanjut usia tidak memungkinkan seseorang menemukan pasangannya. Justru semua intu lebih baik karena mereka akan menjalankan hari – hari bersama dan itu akan membuat lansia lebih lama pikun dan akan menciptakan kebahagiaan dihari tuanya,” tandasnya. (efa)





