PASBAR, METRO – Ketua Pengprov Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumbar Defri Nasli menyatakan, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), layak diselenggarakan Cabang Olahraga Road Race dan Motocross.
Hal itu dikatakannya saat meninjau salah satu sirkuit Road race di Laban, Nagari Kapa, Kecamatan Luhak Nan Duo, Rabu (10/7). “Pasbar sudah memiliki lokasi yang bisa dijadikan sirkuit Road Race dan Motocross,” kata Defri.
Lokasi bandara penerbangan pesawat yang ada di Laban bisa dijadikan sirkuit Road Race dan tinggal pengaturan track. Sedangkan, untuk sirkuit motocross Pasbar tidak memiliki satu lokasi saja, bahkan ada tiga. Namun, pihaknya fokus untuk sirkuit yang ada di Kecamatan Kinali.
“Kita sengaja hari ini mensurvei beberapa lokasi sirkuit untuk persiapan Proprov mendatang. Jadi, tidak ada alasan jika Cabor Road Race dan Motocross tidak dimasukkan dalam Porprov nanti,” jelasnya.
Di samping itu, jelas Defri, ke depan IMI tidak akan bergerak di Kota Padang saja, namun akan bergerak di daerah-daerah. Sehingga, koordinator IMI yang ada di daerah dapat menjalankan tugas sebagai mestinya.
“Tentu kita sangat berharap kedua cabor ini bisa masuk di Cabor Porprov 2020 mendatang,” jelasnya.
Karena pihaknya di September 2019 mendatang akan mengadakan iven Kejurnas Motorcross di Kecamatan Kinali. Sedangkan, untuk iven Road Race akan dilaksanakan di Oktober 2019 tingkat Pasaman Barat. “Kita ingin Pasbar menjadi Sirkuit kedua di Sumbar setelah Sawahlunto dalam olahraga Road Race dan Motorcross,” tambahnya.
Di tempat yang sama, Ketua Pengda IMI Pasbar, Decky H Sahputra mengungkapkan, ke depan IMI Pasbar akan melaksanakan iven Road Race tiap bulannya di Kabupaten Pasbar. “Lokasi sirkuit ada, tentu ini akan menjadi wadah tempat menyalurkan bakat bagi pembalap-pembalap yang ada disini,” ujarnya.
Sementara, Ketua KONI Pasaman Barat, BM Satria Dwi Putra mengatakan, pihaknya sangat mendukung .dengan ikutnya kedua cabor tersebut di Porprov mendatang. Namun dijelaskannya, KONI hanya bersifat pembinaan dan telah memiliki standar serta ketentuan.
“Antar Cabor yang ada di Pasbar tidak ada perbedaan. Kita hanya bersifat pembinaan, jadi antara Cabor yang satu dengan yang lain memiliki hak yang sama,” ungkapnya.
Lebih lanjut diterangkannya, di Porprov 2020 mendatang, pihaknya ingin menjadikan Pasbar sebagai kiblat olahraga di Sumbar. Untuk itu, pihaknya berinisiatif tidak memperbolehkan atlet yang pernah ikut di PON dan di Porprov sebelumnya untuk ikut kembali di Porprov 2020.
“Kita ingin lahir atlet-atlet baru di Porprov nanti. Sehingga, Sumbar memiliki atlet pelapis kedua. Mari kita beri kesempatan kepada atlet-atlet muda untuk berkiprah,” sebut,” ujar Satria. (end)





