METRO BISNIS

98.829 Rumah Tangga belum Teraliri Listrik, Terbanyak di Kepulauan Mentawai

0
×

98.829 Rumah Tangga belum Teraliri Listrik, Terbanyak di Kepulauan Mentawai

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Sebanyak 98.829 rumah tangga di Sumbar belum teraliri listrik. Persentasenya mencapai 6,37 persen. Sedangkan yang sudah teraliri listrik mencapai 1.187.707 rumah tangga atau 93,63 persen.
“Ini merupakan data per Desember 2018. Rasio elektrifikasi atau perbandingan jumlah rumah tangga yang berlistrik dengan total rumah tangga di Sumbar yaitu 93,63 persen,” ujar Kabid Energi dan Ketenagalistrikan Dinas ESDM Sumbar, Helmi Heriyanto, Selasa (9/7).
Helmi menambahkan, ada sejumlah kabupaten/kota yang masih ditemui rumah tangganya yang belum teraliri listrik. Seperti, Kepulauan Mentawai, rasio elektrifikasi yaitu 56,5 persen. Kemudian, Pasaman (78,09 persen), Pasaman Barat (81,43 persen), Dharmasraya (81,79 persen) dan Solsel (82,52 persen).
Sedangkan kabupaten/kota yang sudah 100 persen teraliri listrik terang Helmi, ada delapan daerah. Yaitu, Padang, Padangpanjang, Pariaman, Kota Solok, Padangpariaman, Payakumbuh, Sawahlunto dan Bukittinggi.
Helmi menjelaskan masih adanya rumah tangga di Sumbar yang belum teraliri listrik disebabkan karena terkendala akses jalan yang belum memadai untuk PLN memasang jaringan. Hal ini seperti ditemui di Kepulauan Mentawai dan daerah lainnya.
Helmi mengungkapkan, pemprov memiliki program untuk bisa mengaliri listrik ke rumah-rumah yang belum terpasang listrik. Yaitu, program perangkat listrik tenaga energi terbarukan pedesaan. Kemudian juga ada program pemasangan instalasi listrik untuk rumah tangga tak mampu.
“Kita selalu bersinergi dan berkoordinasi dengan PLN. PLN melistriki untuk daerah yang sudah ada jaringannya. Sedangkan Dinas ESDM Sumbar memasang listrik di daerah yang belum ada jaringan listriknya,” tukas Helmi.
Tahun ini sebut Helmi, ada tiga lokasi yang akan dibangun perangkat listrik tenaga energi terbarukan. Yaitu, Jorong Tanjuang Baliak, Nagari Tanjung Baliak Simiso, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok. Di daerah ini ada 33 rumah tangga yang akan dipasang listrik dengan tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH), yaitu memanfaatkan aliran sungai.
Daerah lainnya yaitu Jorong Rotan Gotah, Nagari Sungai Lolo, Kecamatan Mapattunggul Selatan, Pasaman. Di daerah ini akan dipasang PLTMH yang akan mengaliri listrik untuk 115 rumah. Kemudian di Nagari Garabak Data, Kabupatan Solok. Di daerah ini akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) tersebar.
“Ketiga daerah itu dipilih untuk dibangun PLTMH dan PLTS tahun ini berdasarkan pemetaan dan permintaan dari pemerintah kabupaten,” pungkasnya.
Helmi mengatakan, saat ini, untuk PLTMH sedang proses tender dan pertengahan Juli pengerjaan. Untuk PLTS, akan dilelang. Dananya berasal dari APBD dan APBN. Rencananya pada Desember 2019 ini, masyarakat di ketiga daerah tersebut sudah bisa menikmati listrik.
“Melalui program ini, per Desember 2018, sudah ada 14.954 rumah tangga yang sudah teraliri listrik atau non PLN, “ tandasnya.
Program lainnya yang dimiliki Pemprov sebut Helmi yaitu pemasangan instalasi listrik untuk rumah tangga yang tidak mampu. Pada tahun ini, ada 272 rumah tangga yang akan dibantu pemasangan listriknya hingga lampu di rumahnya hidup. Saat ini, program ini sedang proses tender. “Ada lima daerah yang dapat program ini yaitu Pesisir Selatan, Limapuluh Kota, Pasaman, Pasaman Barat, dan Sijunjung,” ujarnya. (uki)