SOLSEL, METRO – Sebanyak 200 kepala keluarga (KK) kurang mampu di Nagari Pakan Rabaa, Kecamatan Koto Parik Gadang Diateh (KPGD) Kabupaten Solok Selatan (Solsel), mendapatkan bantuan paket perlengkapan sekolah dari Pemerintahan Nagari setempat.
“Bantuan perlengkapan sekolah ini sudah tahun kedua dilaksanakan oleh pemerintahan nagari Pakan Rabaa, ini untuk membantu masyarakat kurang mampu di bidang pendidikan,”ujar Walinagari Pakan Rabaa, Arpan Ali, Jumat (5/7).
Dijelaskan Arpan, bantuan ini diserahkan saat tahun ajaran baru sekolah akan tiba. Setidaknya dengan adanya bantuan ini mengurangi beban mereka saat masa sekolah tiba.
Paket peralatan sekolah yang dibantu ini, yaitu kebutuhan sekolah yang betul-betul dibutuhkan, seperti, Tas sekolah, sepatu, baju seragam dan buku tulis. “Paket yang diberikan merupakan perlengkapan sekolah yang dibutuhkan, semoga dengan adanya bantuan ini tidak ada lagi anak usia sekolah yang tidak mengeyam pendidikan,” ujar Arpan.
Menurutnya, sebelum paket itu diberikan kepada penerima, yang terlebih dahulu telah dilakukan survei langsung. Saat survei itu, bagi mereka yang layak menerima langsung di data kebutuhannya sesuai penerimanya.
“Sebelum diberikan sudah disurvei terlebih dahulu, hal ini agar bantuan itu terpakai dan sesuai dengan kecocokannya, seperti ukuran sepatu dan baju seragam,”jelas Arpan.
Arpan Ali menyebutkan, mereka yang menerima bantuan adalah mereka yang betul betul membutuhkan. Sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran.
Ditambahkan, selain bantuan paket perlengkapan sekolah, sudah dua tahun ajaran sekolah nagari Pakan Rabaa juga menanggung biaya sekolah bagi pelajar SMA dan SMK yang tidak mampu.
Selain itu nagari ini juga telah memberikan bagi masyarakat tidak mampu mendapatkan Program Keluarga Harapan (PKH) nagari, seperti bedah rumah, Badan Penyelengga Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan program bantuan langsung bagi lanjut usia (lansia).
Dimana, mereka yang dapat bantuan ini adalah mereka yang tidak terakomodir oleh program bantuan dari pusat dan kabupaten. “Nagari memberikan bantuan program PKH nagari ini bagi mereka yang tidak terakomodir oleh program pusat dan kabupaten, tapi penerima adalah mereka yang betul-betul membutuhkan,” ujar Arpan. (afr)





