METRO PADANG

Sumbar Terus Diguncang Gempa Bumi

0
×

Sumbar Terus Diguncang Gempa Bumi

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Sepanjang, Jumat (5/7), wilayah Sumbar diguncang beberapa gempa tektonik. Satu diantaranya, bermagnitudo cukup besar yakni, 5.0 Skala Richter (SR). Guncangan dirasakan selama beberapa menit, sampai saat ini belum dilaporkan ada kerusakan. Gempa juga tidak memicu peringatan dini tsunami.
Gempa berkekuatan 5.0 SR itu terjadi sekitar pukul 16.40 WIB. Hasil analisis BMKG menunjukkan episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,99 LS dan 101,09 BT, atau tepatnya berlokasi di tengah laut di kedalaman 10 km berada 46 km sebelah barat daya Mukomuko, Bengkulu.
Dua gempa tektonik lainnua mengguncang Pasaman Barat pukul 15.02 dengan berkekuatan M=3,1 SR. Berlokasi dikoordinat 0,52 LU dan 99,86 BT atau 45 km Timur Laut Pasaman Barat dengan kedalaman 115 km. Sedangkan, gempa di Pariaman berkekuatan 3.4 SR terjadi pukul 15.04. Dengan kedalaman 15 km tepatnya dikoordinat 0.80 LS dan 99.41 BT atau 83 km.
“Iya betul, terjadi gempa dengan parameter kekuatan 5.0 SR Mukomuko, Bengkulu. Sebelumnya juga terjadi di Pasaman Barat dan Pariaman, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami,” kata Kepala Seksi Data dan Informasi, Ma’muri, Jumat (5/7).
Dari seluruh kejadian gempa tersebut, Ma’muri menyatakan beberapa warga dilaporkan sempat berlarian keluar rumah karena terkejut guncangan gempa yang berlangsung secara tiba-tiba. Seluruh gempa yang terjadi sore hari belum ada laporan mengenai terjadinya kerusakan dan korban jiwa.
Gambaran Kekuatan Gempa
Masih dikutip dari akun WhatsApp BMKG Sumbar, berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa di antaranya, I MMI merupaka getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang
II MMI adalah getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan, III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara, IV MMI dimana pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Selanjutnya, V MMI merupakan sebuah getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Kemudian, VI MMI tersebut sebuah getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
Berikutnya, VII MMI, getaran yang membuat tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII MMI tergolong pada kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI adalah kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
Sedangkan, X MMI akan berdampak terhadapa bangunan dari kayu yang kuat terjadi kerusakan, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
Sementara XI MMI, bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali. Terakhir, XII MMI akibatnya hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara. (mil)