METRO PADANG

Pemprov Sediakan Rp8 Miliar untuk TdS

0
×

Pemprov Sediakan Rp8 Miliar untuk TdS

Sebarkan artikel ini

KHATIB, METRO – Menjelang perhelatan balap sepeda Tour de Singkarak (TdS) 2019 pada November mendatang, Pemprov Sumbar menyediakan anggaran sebesar Rp8 miliar. Tak hanya itu, Kementerian Pariwisata juga memberikan dukungan untuk promosi dan publikasi dan dukungan pada acara pembukaan dan penutupan.
“Biaya Rp8 miliar dari Sumbar. Nanti, ada bantuan promosi, publikasi dan dukungan untuk pembukaan dan penutupan TdS,” kata Kepala Dinas Pariwisata Sumbar Oni Yulfian, Kamis (4/7).
Selain itu, Dinas Pariwisata telah membahas Perjanjian Kerjasama (PKS). PKS ini dapat menuangkan apa yang menjadi hak, kewajiban dan tanggung jawab masing-masing daerah nanti dalam penyelenggaraan, sebab melibatkan dua provinsi. Kemudian pendalaman secara detail hak dan kewajiban masing-masing pihak, tenggang masa perjanjian dan hal-hal teknis lainnya.
“Persiapan sesuai perencanaan, besok atau lusa sudah dilakukan survei oleh tim teknis. Terdiri atas 9 etape. Dilaksanakan 2-11 November 2019. Ada 2 etape yang melewati Kabupaten Kerinci dan Kota Sungai Penuh, Jambi,” ujar Oni.
Oni menyampaikan, bahwa TdS merupakan wujud dari sport tourism yang selain unsur olahraga, memberikan penekanan lebih ke aspek pariwisata. Oleh karena itu, Kabupaten Kerinci dan Sungai Penuh agar fokus kepada kemeriahan dan promosi potensi pariwisata. Masyarakat setempat, misalnya, pemberdayaan UMKM untuk peningkatan kesejahteraan.
Tentunya kesempatan promosi itu harus disiapkan dengan maksimal. Sebagai penyelenggara Sungai Penuh dan Kerinci agar memperhatikan aspek kebersihan dan kenyamanan para pembalap, officials dan pengunjung, mulai dari akomodasi, konsumsi dan transportasi.
“Kita ingin, walaupun dua provinsi terlibat TdS kian sukses. Setelah Jambi, TdS kedepannya direncanakan akan melibatkan lebih banyak lagi Provinsi di Pulau Sumatera namun tetap dengan branding TdS karena selain historical values, nama inilah yang telah terdaftar di UCI (Union Cyclist International),” harap Oni.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Sumbar, Agung Indrianto menjelaskan PKS tersebut merupakan turunan yang lahir dari memorandum of understanding (MoU) Gubernur se-Sumatera yang telah ditandatangani 22 November 2018 di Padang
“Apabila telah disepakati, direncanakan akan ditandatangani pada Rakor Gubernur se-Sumatera di Bengkulu 9 Juli nanti,” jelas Agung.
Selanjutnya, Kabag Kerjasama Biro Kerjasama Pembangunan dan Rantau Aschari menyampaikan PKS tersebut l cukup ditandatangani oleh masing-masing kepala dinas. Sebab, kedepan akan ada evaluasi pelaksanaan sesuai dengan PKS akan berkembang sesuai perjalanan waktu yang memberikan dampak besar promosi pariwisata kedua belah pihak.
Untuk diketahui, Kabupaten Kerinci menjadi pelaksanaan Etape VII yang startnya di laksanakan di Kayu Aro dan finish di Danau Kerinci. Sedangkan Kota Sungai Penuh akan menjadi titik start Etape VIII yang akan finish di Kabupaten Pesisir Selatan. (mil)