METRO PADANG

Warga Perbukitan Waspadai Cuaca Ekstrem

0
×

Warga Perbukitan Waspadai Cuaca Ekstrem

Sebarkan artikel ini

Banjir di Jalan Jhoni Anwar, Padang, beberapa waktu lalu.
INDARUNG, METRO–Warga yang bermukim di lereng perbukitan di sekeliling Kota Padang memang sangat diminta bersiaga terhadap bencana banjir dan longsor. Apalagi, mengingat saat ini sudah masuk musim hujan dan berpotensi banjir serta longsor. Namun, selain dua bencana itu, masih bahaya lain yang patut diwaspadai warga.
“Warga juga harus mewaspadai potensi bahaya lain, seperti batu menggelinding di Bukit Karan, Mata Air beberapa waktu lalu,” ucap Kepala BPBDPK Kota Padang, Dedi Henidal, kemarin.
Sementara, dari pantauan BMKG terlihat angin bertiup rata-rata dari Barat Daya Utara dengan kecepatan 8 hingga 25 kilometer per jam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Padang menyampaikan peringatan akan ancaman potensi bencana tanah longsor dan banjir di kawasan pesisir pantai dan kawasan Bukit Barisan Provinsi Sumatera Barat.
Koordinator Analisa dan Prakiraan BMKG Padang, Budi Imam Samiaji saat dihubungi wartawan Kamis (19/11) kemarin membenarkan, adanya peringatan terhadap potensi bencana tanah longsor dan banjir, terkait wilayah Sumbar pada awal bulan ini intensitas hujan sedang berpotensi di pesisir pantai dan kawasan Bukit Barisan.
Cuaca daratan Sumbar pada umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan pada siang dan berpotensi hujan pada malam dinihari. Angin bertiup rata-rata dari Barat Daya Utara dengan kecepatan 8 hingga 25 kilometer per jam dan temperatur udara berkisar 19 hingga 30 derajat celcius dan kelembaban udara antara 65 hingga 98 persen.
Sedangkan, cuaca untuk wilayah pesisir pantai barat Sumatera Barat umumnya berawan dan berpotensi hujan ringan pada pagi dan sore atau malam hari. Angin bertiup dari Barat Daya-Utara dengan kecepatan 10-30 kilometer per jam. Wilayah Sumbar sendiri berpeluang hujan dengan intensitas sedang, meliputi Padang, Padangpanjang, Bukittinggi, Sawahlunto dan Pesisir Selatan, Tanahdatar serta Padangpariaman.
Kemudian wilayah Kepulauan Mentawai, Sawahlunto, Pasaman Barat dan daerah berpotensi hujan ringan Kabupaten Agam, Limapuluh Kota, Solok Selatan, Sijunjung, Pasaman serta Dharmasraya.
Sementara itu, tinggi gelombang laut pesisir pantai Sumbar berpotensi 1,5 meter dan di perairan Samudera Hindia sebelah barat Mentawai berkisar 2 hingga 2,5 meter. Akibat cuaca tergolong ekstrim di wilayah Sumbar sejak sepekan terakhir. “Namun, nelayan tetap melaut karena cuaca di tengah laut cenderung tenang,” paparnya.
Tangkapan Nelayan Meningkat
Cuaca yang sangat bersahabat dalam beberapa belakangan ini membuat nelayan mulai mengembangkan senyum mereka. Pasalnya, kondisi yang mendukung membuat tangkapan para nelayan ini semakin bertambah dan meningkat. Kenaikan harga jual ikan pada tingkat pedagang eceran di Padang juga membuat mereka sumringah.
Seorang pedagang ikan keliling, Yonas (19) mengatakan, bahwa saat ini para pedagang ikan memang bisa tersenyum. Hasil tangkapan ikan yang lumayan membuat naiknya harga jual ikan. Selain itu, pasca badai dan hujan lebat yang melanda beberapa hari belakangan membuat sejumlah ikan berkumpul di satu tempat dan membuat tangkapan para nelayan melimpah.
”Harga jual ikan hanya mengalami kenaikan Rp1.000 hingga Rp2.000 perkilonya karena harga tebus tingkat nelayan juga mahal dan ikan yang didapat juga melimpah,” ujarnya. (age)