METRO PESISIR

Perjuangan Pemkab Padangpariaman ke Nasional, Padi Putiah Papanai Diakui Varietas Unggul Nasional

0
×

Perjuangan Pemkab Padangpariaman ke Nasional, Padi Putiah Papanai Diakui Varietas Unggul Nasional

Sebarkan artikel ini

PDG.PARIAMAN, METRO – Bupati Padangpariaman H Ali Mukhni menyatakan daerahnya sejak 2015 telah berjuang bersama sama dengan berbagai pihak tanpa mengenal kata lelah. Akhirnya padi putiah papanai diakui sebagai salah satu varietas unggul lokal untuk nasional.
”Varietes telah dialkukan uji coba dihadapan sidang evaluasi dan penilaian calon varietas tanaman pangan yang dilaksanakan di Bogor oleh Tim Penilai Varietas Tanaman Pangan (PVPT) Kementerian Pertanian Republik Indonesia,” kata Bupati Ali Mukhni.
Dia bersama Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan PanganYurisman Yakub tampil sebagai pemakalah.
“Initogak sejarah baru bagi kita masyarakat Padangpariaman dan tentu saja bagi insan pertanian karena telah memiliki sumber plasma nutfah dan varietas yang dapat dibanggakan, karena memiliki produktivitas rata- rata 7,5 ton/ha,” ujarnya.
Ali Mukhni ucapan terimakasih tak terhingga kepada semua pihak yang telah mendukung baik moril maupun materil atas dorongan motivasi semua pihak di Padangpariaman.
”Ini adalah inovasi Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Padangpariaman. Sebab, di daerahnya tak ada satu jengkal tanahpun yang tak bernilai ekonomis,” ungkapnya.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian RI melakukan penilaian terhadap varietas padi putih Padangpariaman Anai (Papanai) asal Padangpariaman untuk mengetahui apakah layak didistribusikan dan ditanam secara nasional.
”Varietas ini merupakan hasil pengembangan Dinas Pertanian dan menjadi tanaman pangan unggulan,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Padangpariaman Yurisman Yakub.
Ia menyatakan pengujian dilaksanakan di Bogor mulai dari Rabu hingga Jumat lalu, jika dinyatakan lulus maka tanaman pangan jenis ini akan ditanam di seluruh wilayah Indonesia.
Pihaknya meyakini varietas ini layak didistribusikan ke seluruh Indonesia, karena memiliki sejumlah keunggulan. Keunggulan padi putih Papanaiyaitu tahan terhadap hama wereng batang coklat, penyakit blas, produksi yang tinggi dengan rata-rata 7,28 ton per hektare, lebih putih, dan rasanya enak.
Ia menyampaikan saat ini padi tersebut baru dikembangkan di tiga kecamatan di Padangpariaman yaitu Lubuk Alung, Kampung Dalam, dan Sungai Limau. ”Sekitar 40 persen dari produksi kami jadikan benih agar bisa dikembangkan ke daerah lain, sedangkan sisanya dikonsumsi masyarakat,” katanya.
Nama padi varietas Papanai tersebut berasal dari nama daerah di Padangpariaman dan nama bendungan Anai sebagai penyuplai 25 persen air untuk pertanian di daerah itu. Varietas tersebut merupakan pemurnian dari padi cisokan putih dan telah mendapatkan sertifikat dari Kementan pada Februari 2019.
Dia menyatakan hadirnya padi putiah papanai tersebut karena sejumlah jenis padi lainnya yaitu IR 42 dan Batang Piaman sudah banyak terserang oleh wereng coklat.
Sebelumnya lima varietas lokal asal Padangpariaman telah mendapatkan pengakuan dari Kementerian Pertanian yang dapat dimanfaatkan petani untuk meningkatkan perekonomian. “Pengakuan tersebut untuk menyatakan bahwa varietas itu hanya ada di Padangpariaman,” ungkapnya.
Lima varietas lokal tersebut yaitu padi putiah Papanai, durian talantam Kayu Tanam, durian Kunyik Patamuan, jambu biji piraweh Ampalu, dan pinang wangi. (efa)

Baca Juga  Warga dan Mahasiswa Kepri di Sumbar Jalin Silaturahmi