AGAM, METRO – Pamit pergi ke ladang, salah seorang warga hilang tanpa jejak di Birah Tinggi Jorong, Jalan Banatiang Selatan, Nagari Malalak Barat, Kecamatan Malalak, hilang, Sabtu (29/6) sekitar pukul 13.00 WIB. Hingga saat ini, warga bersama petugas gabungan yang melakukan pencarian belum berhasil menemukan korban.
Camat Malalak Ricky Eka Putra mengatakan warga yang hilang diketahui bernama Andah (53). Ia mendapatkan informasi korban hilang di ladang, setelah adanya laporan dari warga dan pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas SAR dan pihak kepolisian termasuk TNI untuk melakukan pencarian terhadap korban.
“Korban memang rutinitasnya mulai pagi pergi ke ladang. Pada hari itu, korban sempat pulang ke rumahnya sekitar pukul 11.00 WIB untuk beristirahat dan makan siang. Setelah itu, korban kembali ke ladang sekitar pukul 13.00 WIB. Tapi, sampai sekarang korban belum juga kembali ke rumahnya,” kata Ricky Eka Putra.
Ricky Eka Putra menjelaskan dari pengakuan keluarga, ketika korban pulang istirahat makan siang, tidak ada menunjukkan gelegat aneh, sehingga keluarga ada menaruh perasaan curiga dan memang seperti biasa saja. Diketahui korban hilang, berawal kecurigaan keluarga, karena korban tidak pulang, padahal sudah sore.
“Korban selalu pulang dari ladang sore sebelum maghrib. Tapi sudah pukul 18.00 WIB, korban tidak juga pulang. Merasa penasaran kemana perginya, keluarga memutuskan untuk mencari korban ke ladang tetapi saat ditanyakan kepada orang-orang yang di ladang, tidak ada satupun yang mengetahui keberadaan korban,” ujarnya.
Ricky Eka Putram menuturkan merasa cemas, keluarga kemudian melaporkannya. Mulai Minggu (30/6) sekitar pukul 08.00 WIB, petugas gabungan mulai melakukan pencarian dengan menyisir area ladang. Dalam melakukan pencarian, melibatkan sekitar 80 orang tetapi belum membuahkan hasil.
“Jika hari ini (kemarin red) korban tidak juga ditemukan, pencarian akan kembali dilanjutkkan keesokan harinya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat, petugas gabungan yang melakukan pencarian bisa menemukan korban dalam kondisi sehat dan korban bisa kembali kepada keluarganya,” pungkasnya. (pry)





