PADANG, METRO – Perkumpulan Angkutan Padang Online (P-APO) yang berdiri pada 2018 lalu, kini telah memiliki 23 komunitas driver angkutan online yang tergabung di dalamnya. Jumlah anggotanya mencapai 800 anggota. Ketua P-APO, Efendi Rianto mengatakan, setelah satu tahun berjalan, meski jumlah anggotanya yang cukup besar, komunitas driver angkutan online ini adem ayem dan tidak ada gesekan sesama komunitas.
Angkutan transportasi online masuk ke Kota Padang pertengahan tahun 2017 silam, melalui PT Gojek Indonesia (GI). Banyak driver yang melamar bekerja di aplikator GI ini. “Driver ini berkumpul di titik-titik spot tertentu untuk mendapatkan penumpang, namun tidak saling kenal,” ujar Efendi, saat peringatan 1st Anniversary P-APO, Rabu (26/6) di Gedung KNPI Provinsi Sumbar.
Karena jumlah driver ini semakin banyak, maka seiring berjalannya waktu, para driver ini membuat group WhatApps (WA) untuk saling berkomunikasi satu sama lain.
“Dengan komunikasi melalui media sosial inilah, terbentuk komunitas-komunitas driver angkutan transportasi online,” ungkapnya.
Efendi mengaku, dengan tumbuh dan menjamurnya komunitas driver angkutan transportasi online ini, dirinya mencoba mengunjungi basecamp demi basecamp komunitas ini, untuk menyatukan seluruh komunitas driver angkutan transportasi online se Kota Padang.
“Kita sampaikan bahwa kita tidak ada bersaing. Semua ditentukan oleh aplikasi. Yang ada hanya saudara. Yang kita tekankan keberadaan untuk kita semua. Kalau ada dan terjadi insiden di lapangan, jika kita tidak saling mengenal, maka kita akan lihat saja,” tuturnya.
Hasil dari kunjungan inilah menurut Efendi menyatukan seluruh komunitas dalam wadah P-APO. Saat ini sudah ada 23 komunitas yang tergabung dalam P-APO. Sebanyak 21 komunitas berada di Kota Padang, sementara dua komunitas dari Kota Bukittinggi dan Payakumbuh. P-APO berdiri 19 Mei 2018. Pada April 2018, organisasi ini sudah mengurus akte notaris dan mendaftar di Kemenkum HAM.
Efendi menegaskan, persatuan sesama driver angkutan transportasi online diutamakan, karena selama ini mereka hidup di jalan yang sangat rawan terjadi insiden.
“Para driver menyadari mereka harus bersatu di jalan, karena sama-sama hidup di aspal. Kalau bersatu semuanya akan menjadi mudah dan ringan. Karena kita sama sama berjuang dengan rasaki harimau. Tidak ada gaji pokok dan bulanan,” ajaknya.
Dengan hadirnya P-APO ini, Efendi meminta petunjuk dan perlindungan dari instansi terkait. Selain itu, Efendi juga menyatakan P-APO siap patuh dengan aturan tata tertib lalu lintas. Apalagi, seluruh driver angkutan transpoortasi online dibawah naungan P-APO ini sudah memiliki SIM A umum.
Perwakilan Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar, Dedi Darmawan mengatakan, saat ini ada aturan terbaru angkutan sewa khusus yang diatur dalam Peratuan Menteri Perhubungan (Permenhub) No 118 tahun 2018. Karena itu, Dedi mendorong seluruh driver angkutan transportasi online dan mitra aplikasi mengurus perizinan aturan sewa khusus ini.
Permenhub ini terbitkan Desember 2018 dan akan dilaksanakan enam bulan sesudahnya. Di Provinsi Sumbar dan nasional pelaksanaannya masih diundur, karena faktor masih adanya revisi jumlah kuota perizinan yang akan dikeluarkan untuk izin sewa khusus.
Dedi menyebutkan, awalnya kuota perizinan di Sumbar sebanyak 466 kendaraan. Sementara, realita di lapangan, driver angkutan sewa mencapai 1000 lebih.
“Ini yang akan revisi dan akan diakomodir untuk total kendaraan yang sudah beroperasi,” terangnya.
Dedi mengatakan, untuk mengurus izin sewa khusus ini bisa dilakukan di Dinas Penanaman Modal Pelayaanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Sumbar. Pengurusan perizinan sudah mendapatkan banyak kemudahan. Jika dulunya, dalam aturan Permenhub menegaskan pengemudi harus memiliki badan hukum, untuk mengurus perizinan dulunya. Sekarang melalui Permenhub 118 Tahun 2018, sudah dihilangkan, pengurusan perizinan bisa melalui organisasi berbadan hukum atau perorangan.
Selain itu, melalui Permenhub 118 tahun 2018 ini, juga ada perubahan dari aturan sebelumnya. Di mana dulunya, jumlah kendaraan minimal lima kendaraan untuk satu perusahaan. Sekarang, perorangan bisa memiliki kendaraan. Termasuk juga aturan tentang keur. Dalam aturan baru ini, tidak lagi mewajibkan pengurusan keur.
“Termasuk juga terkait plat nomor kendaraan. Dulu ada stiker yang dipasang di kendaraan. Di aturan terbaru ini sudah dihilangkan diganti dengan kartu,” ungkapnya.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Dian Fakri mengimbau seluruh komunitas yang tergabung dalam P-APO agar mengikuti aturan yang ada dalam Permenhub ini. Diakuinya apa yang dilakukan pengurus P-APO ini sangat luar biasa, karena pengurus bisa mengumpulkan orang sebanyak ini jadi anggota. “Kehadiran perhimpunan P-APO ini sangat penting untuk lakukan pembinaan. Perwakilan GI, Ruslan mengharapkan adanya kesesuaian sesame driver angkutan transportasi online, dengan GI dan instansi pemerintah dalam mematuhi aturan untuk menjaga kenyamanan dan ketertiban kota.
Pembina P-APO, Busri Zen mengatakan, perubahan yang terjadi dalam kehidupan manusia ini jika tidak diikuti maka akan ketinggalan zaman. Termasuk Kemajuan tekhnologi yang akan terus berkembang. Tidak ada alasan orang orang menolak kehadiran angkutan transportasi online.
“Hadirnya angkutan transportasi online ini karena masyarakat ada. Jadi jika ada yang demo tidak ada artinya. Online jalan terus. Bahkan negara maju seperti Singapura sudah menggunakan angkutan online lebih dulu dari kita,” ungkapnya.
Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Nurhandono mengatakan, Permenhub No 118 tahun 2018 tidak ada permasalahan sudah berjalan tinggal menunggu kelanjutannya. Diakuinya selama empat bulan berdinas di Sumbar, tidak ada gesekan dari driver angkutan transportasi online.
“Di Sumbar tidak ada sangat tertib. Sedikit dari ojek online yang melanggar lalu lintas termasuk juga gesekan dengan angkutan umum,” ungkapnya.
Apalagi di Sumbar ojek pangkalan bergabung dengan ojek online melayani masyarakat bertransportasi. Ini sangat bagus untuk mengeliminir gesekan yang ada.
“Beda dengan di Jakarta ojek online akan selalu berhadapan dengan ojek pangkalan saat menerima orderan penumpang. Di Sumbar ini selalu aman. Ini harus dipertahankan,” imbaunya. (fan)





