PADANG, METRO – Sejak 10 tahun terakhir, tingkat konsumsi ikan masyarakat Sumbar terus meningkat. Peningkatan ini terjadi karena masyarakat mulai sadar mengonsumsi ikan sangat bermanfaat untuk kecerdasan otak dan kesehatan badan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumbar, Yosmeri mengatakan, selain meningkatnya konsumsi ikan, dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, juga banyak tumbuh kuliner yang berbahan dasar ikan. Untuk usaha kuliner ikan ini mampu memberi peluang kerja pada masyarakat banyak.
“Banyaknya tumbuh kuliner berbahan dasar ikan menjadi bukti terjadinya kenaikan tingkat konsumsi ikan di Sumbar. Contohnya di kawasan Pantai Padang. Kini tumbuh rumah makan yang menyediakan aneka ikan dengan berbagai menu,” kata Yosmeri, pada perayaan peringatan Hari Makan Ikan di halaman Kantor DKP Provinsi Sumbar, Selasa (25/6).
Peringatan Hari Makan Ikan diisi dengan sosialisasi makan ikan kepada anak-anak SD. Selain itu, juga ada stand pameran yang diisi dengan produk makanan olahan berbahan ikan oleh stakeholder.
Dijelaskannya, Hari Makan Ikan mulai dicanangkan pada 2012. Ketika itu jumlah usaha pecel lele di Padang hanya 14. Kini naik berlipat-lipat mencapai 300 usaha. Belum lagi kuliner seafood dan aneka olahan ikan, serta peningkatan diversifikasi produk perikanan. Seperti rendang tuna, sate tuna, sate lele, abon tuna, abon rendang dan lainnya.
“Diawal pencanangan Hari Makan Ikan, tingkat konsumsi masyarakat kita hanya 24,5 Kg per Kapita kini naik Rp38,1 Kg per Kapita,” sebut Yosmeri.
Dulu, katanya petani ikan sering mengeluh karena dagangan mereka tidak terjual. Kini keluhan itu tak ada lagi. Mengingat makin banyaknya aneka kuliner berbahan ikan yang tumbuh dan dibutuhkan masyarakat banyak.
“Yang terpenting masyarakat kita sekarang ini mulai sadar bagaimana manfaat makan ikan bagi tubuh dan otak. Agar tidak jenuh dengan menu ikan yang selama ini menjadi sambal itu ke itu saja kini, sudah banyak menu pilihan lain.
Sehingga masyarakat khususnya anak-anak tidak bosan makan ikan. Kami dari DKP juga terus menyosialisasikan akan pentingnya mengkonsumsi ikan untuk kesehehatan dan kecerdasan,” terangnya.
Wakil Ketua Forikan Sumbar, Ny. Wartawati Nasrul Abit, yang hadir dalam peringatan Hari Makan Ikan itu mengatakan dengan mengkonsumsi ikan akan menjadikan anak-anak di daerah ini sehat dan cerdas.
“Di dalam ikan terdapat protein dan gizi yang cukup tinggi. Makanya ibu hamil harus banyak mengkonsumsi ikan. Begitu juga balita, anak-anak, orang dewasa hingga lansia,” sebut Wartawati.
Dengan banyaknya masyarakat mengkonsumsi ikan diharapkan tumbuh generasi sehat, cerdas dan bebas dari stunting serta gizi buruk.
”Di daerah kita potensi ikan sangat besar. Potensi itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk kesehatan dan kecerdasan anak-anak kita,” ujarnya.
Saat ini kata Wartawati, tingkat konsumsi ikan terus naik. Peningkatan itu merupakan hasil kerja keras banyak pihak. Mulai dari sosialisasi oleh DKP provinsi, kabupaten/kota, Forikan Sumbar bersama daerah dan pihak terkait lain.
Sementara, dalam kegiatan tersebut DKP Sumbar juga menggelar sejumlah kegiatan. Seperti pengenalan tentang cara menangkap ikan untuk anak SD hingga sosialisasi tentang keberadaan shelter DKP Sumbar yang berada di lantai 4 serta lomba lainnya. (fan)





