PAYAKUMBUH, METRO – Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh akan membubarkan sebanyak 65 koperasi tidak aktif di kota tersebut. Kabid Koperasi Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Faizal mengatakan, saat ini jumlah koperasi yang aktif di Kota Payakumbuh sebanyak 80 unit dan yang tidak aktif 65 unit.
“Koperasi yang tidak aktif ini sedang proses pembubaran. Kita mengejar kualitas. Bukan kuantitas,” ujar Faizal, saat menerima kunjungan Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Yusrizal Can dan Kasubag Tata Usaha, Ance Yusran dan rombongan wartawan.
Faizal mengungkapkan, tahun 2018 lalu, koperasi yang sudah melakukan RAT sebanyak 75 persen. Koperasi yang tidak aktif ini banyak koperasi yang lama. Faktor yang membuat koperasi ini tidak aktif karena tidak adanya bantuan kredit dari pemerintah yang diterima oleh koperasi tersebut.
“Bahkan ada koperasi yang sudah menerima bantuan kredit dulunya banyak yang bermasalah,” terangnya.
Selain koperasi tersebut tidak aktif lagi, karena hanya mengandalkan unit usaha simpan pinjam. Sementara, koperasi ini dihadapkan pada masalah banyaknya pinjaman yang diberikan kepada anggotanya yang macet.
Diakuinya, ada koperasi di Kota Payakumbuh yang berdiri tapi tidak mengerti tentang koperasi itu sendiri. Padahal, upaya pembinaan selama ini telah dilakukan.
Ke depan, menurut Faizal dilakukan perubahan mindset dalam melakukan pembinaan. Diungkapkannya, selama ini dalam pembinaan melakukan pengawasan kelembagaan. Namun hanya sekedar pembinaan saja.
“Ke depan untuk turun ke lapangan melakukan pembinaan tidak hanya sekedar pembinaan. Tetapi yang dilakukan pendekatan yang memiliki kekuatan untuk memotivasi. Kita hadir memang dibutuhkan mereka. Karena itu, tekhnik melakukan pembinaan diperlukan. Perlu juga dilakukan pendidikan dan latihan bagi dinas untuk melakukan pembinaan seperti ini,” harapnya.
Faizal mengungkapkan, saat ini Industri Kecil Menengah (IKM) yang ada di Kota Payakumbuh sebanyak 1.732 IKM. Sedangkan jumlah UMKM mencapai 19.000 UMKM. Dari jumlah tersebut sebanyak 60 persen usaha mereka terdiri dari makanan ringan. Dari jumlah IKM dan UMKM tersebut, baru 30 persen yang dikelola oleh koperasi.
Sekretaris Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumbar, Yusrizal Can mengatakan, Pemko Payakumbuh melalui Dinas Koperasi dan UKM tidak perlu memaksakan masyarakat untuk berkoperasi. Tetapi butuh kesadaran mereka untuk berkoperasi membangun dari bawah.
“Pembentukan koperasi perlu kehati-hatian dengan banyaknya koperasi yang tidak aktif,” ujarnya. (fan)





