Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Sumbar menggelar Pasar Lelang Forward ke-2, Selasa (18/6) di Aula Disperindag Sumbar.
Pasar Lelang Forward yang dibuka oleh Kabid Perdagangan, Ridonald, SE, M.Si dihadiri 100 peserta dari UKM. Selain itu, juga hadir Himawan Purwadi, Kabag Penguatan dan Pengawasan Pasar Lelang Komoditas, mewakili Kepala Biro Pembinaan dan Pengawasan Pasar Lelang dan Sistem Resi Gudang Bappeti, Kementerian Perdagangan.
Ridonald mengatakan, di Pasar Lelang Forward ini, pelaku UKM dipertemukan. Sehingga, diharapkan usaha UKM semakin maju. Melalui Pasar Lelang Forward, transaksi yang besar tidak terlalu sulit, asalkan adanya kesepakatan antara penjual dan pembeli.
Ridonald berharap, semua peserta dapat betransaksi dengan hati yang ikhlas, jujur yang dilandasi oleh keinginan untuk dapat semakin berkembang dan lebih baik. Transaksi Pasar Lelang Forward hari itu, untuk komoditi beras, hasil pertanian, perkebunan, dan makanan ringan.
Total transaksi di Pasar Lelang Forward sebesar Rp1.315.250.000. Rinciannya, transaksi hasil komiditi beras, yakni beras putih, merah dan pulut ketan Rp1.037.500.000 (78,88 persen), hasil pertanian (jagung) Rp152.000.000 (11,56 persen), hasil perkebunan (buah pala, cengkeh, pinang, pinang belah) Rp1.19.000.000 (9,04 persen), makanan ringan Rp6.750.000 (0,52 persen).
Himawan Purwadi mengatakan pelaksanaan lelang ini menjadi perhatian pemerintah pusat. Dirinya hadir bersama tim untuk melihat, memantau proses pelaksanaan lelang. Menurutnya, pelaksanaan lelang di Pasar lelang Forward di Sumbar masih secara manual.
Saat ini, Bappeti Kemendag sudah membangun sistem online yang bisa dipantau oleh penyelenggara lelang lain di seluruh Indonesia. “Kalau kita mengunakan sistem lelang terpadu itu, bisa dipantau. Sehingga produk yang dijual di pasar lelang ini juga bisa dipasarkan juga di wilayah lain melalui sistem yang kita bangun. Mudah–mudah untuk lelang berikut, kita coba mengunakan sistem yang telah dibangun,” harapnya.(adv)





