Tuan rumah Brasil akan menghadapi Venezuela di Itaipava Arena Fonte Nova pada laga kedua mereka di Grup A Copa America 2019, Rabu (19/6) pagi. Kemenangan dalam laga di Salvador ini akan meloloskan Selecao ke perempat final.
Brasil tetap kuat meski tanpa Neymar, yang absen di turnamen ini akibat cedera. Itu terbukti dengan kemenangan 3-0 atas Bolivia di laga pembuka.
Namun harus diakui, Brasil sedikit terlambat panas. Ketika melawan Bolivia, anak-anak asuh Tite langsung mendominasi pertandingan, tapi tak mampu mencetak gol di babak pertama. Itu membuat mereka dicemooh oleh para suporternya. Serangan-serangan mereka baru membuahkan hasil di babak kedua.
Philippe Coutinho membuka keunggulan Brasil lewat eksekusi penalti di menit 50, kemudian menggandakannya dengan gol yang dia cetak dari assist Roberto Firmino pada menit 53. Everton Soares menegaskan kemenangan Selecao dengan golnya di menit 85.
Dalam laga perdananya itu, permainan Brasil tampak lebih mengalir tanpa Neymar. Mereka mendominasi penguasaan bola dengan aliran umpan pendek dari kaki ke kaki. Permainan berjalan sesuai harapan, justru tampak lebih baik tanpa Neymar.
“Saya percaya bahwa setiap kali kami bermain untuk tim nasional, kami mengenakan kostum ini, kami harus membuktikannya, terlepas dari apakah Neymar bermain atau tidak,” tutur bek Brasil Dani Alves.
“Kami harus membuktikannya sebab kami mewakili tim yang bersejarah, yang sangat dihargai di seluruh dunia.
”Meski demikian, Alves mengakui kekuatan Neymar sebenarnya sangat berguna. Brasil tampil lebih percaya diri setiap kali diperkuat striker PSG itu.
Sementara itu, Venezuela bermain imbang tanpa gol melawan Peru di laga pertamanya. Bermain dengan sepuluh orang sejak bek kiri Luis Del Pino mendapatkan kartu kuning kedua pada menit 75, Venezuela masih mampu mengamankan satu angka.
Kiper Wuilker Farinez bermain gemilang dengan mementahkan lima peluang emas lawan.
Bagi Brasil, di atas kertas, laga melawan Venezuela bakal lebih berat daripada laga melawan Bolivia. Ditopang pemain-pemain seperti kapten Tomas Rincon (Torino) dan nomor 10 Jefferson Savarino di lini tengah serta striker Salomon Rondon (Newcastle) di lini serang, Venezuela tak bisa diremehkan.
Karena itu, menghadapi Venezuela di pertandingan keduanya ini, Brasil harus meningkatkan kewaspadaannya. Karena di atas kertas Venezuela jelas lebih baik dari lawan Brasil sebelumnya.
Kualitas Venezuela juga tercermin dari keberhasilan mereka menahan imbang Peru di laga perdana lalu kendati harus bermain dengan 10 orang.
Venezuela pasti siap habis-habisan demi coba mencuri angka dari Brasil guna menjaga peluang lolos ke perempat final. Brasil harus tampil lebih baik daripada ketika mengalahkan Bolivia.
Satu hal lagi yang harus diwaspadai Brasil di laga nanti, kualitas Venezuela juga terbukti lewat catatan mereka Maret lalu, ketika mampu mengalahkan Argentina dengan skor meyakinkan 3-1.
Barisan belakang Brasil perlu mewaspadai serangan balik Venezuela. Tak kalah penting, Selecao juga harus langsung coba menggebrak dari menit awal. Jika bisa mencetak gol di babak pertama, tak seperti melawan Bolivia, maka tekanan dari para suporter tuan rumah bakal hilang. Jalan menuju kemenangan pun akan terbuka.
Di sisi lain, Brasil dengan segala kualitasnya memang tak bisa ditampik masih tetap layak diunggulkan di laga nanti. Bermain di kandang sendiri dan sedang berada dalam kepercayaan diri besar, anak asuh pelatih Tite itu besar kemungkinan tetap bisa mengakhiri laga nanti dengan kemenangan.
Namun yang menarik untuk dinantikan di laga nanti, seberapa besar Brasil bisa meraih kemenangan dan bagaimana permainan mereka. Selain itu apakah pelatih Tite akan merotasi beberapa pemainnya, di saat pemain pengganti juga memiliki kemampuan yang tak kalah kualitasnnya.
Di laga Grup A lainnya, Bolivia akan menghadapi Peru. Berikutnya, 23 Juni mendatang, Venezuela akan melawan Boliva, dan Brasil akan ditantang Peru. (*/ren)





