BERITA UTAMA

Gempa 5,3 SR Guncang Sumbar

0
×

Gempa 5,3 SR Guncang Sumbar

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Gempa bumi kembali mengguncang Sumbar, Senin (17/6) pukul 18.04 WIB. Kali ini, gempa berpusat di Pasaman Barat, Sumbar. Dilansir dari grup WhatsApp Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumbar, gempa yang mengguncang tersebut berkekuatan 5,3 skala richter (SR).
Gempa tersebut tepatnya berada di 0.36 LS, 99.00 BT atau tepatnya berlokasi di lait pada jarak 107 km arah barat daya Kota Simpang Empat, Kabupaten Pasaman Barat. Pusat gempa berada di kedalaman 43 km di dasar bumi. Namun, dipastikan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Goncangan gempa ini dirasakan di sejumlah daerah di Sumbar. Seperti di Padang hingga Padang Pariaman. Rober Martias (31) seorang warga Padang mengaku merasakan goyangan, namun tidak terlalu kuat. “Iya cukup kencang gempanya. Saya khawatir dengan keluarga di kampung (Pasaman Barat, red),” kata Rober kepada Posmetro, Senin (17/6).
Seorang warga Padangpariaman, Selly juga mengaku merasakan getaran gempa.
“Gempa terasa di Pariaman,” ujar Selly melalui grup WhatsApp.
Tidak Berpotensi Tsunami
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono menjelaskan, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di zona Megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di Samudera Hindia sebelah barat Sumatra.
Konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatra. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).
“Guncangan gempabumi ini dirasakan di daerah Tiku dan Pasaman dengan intensitas IV MMI serta Padang Panjang, Pariaman dan Padang dengan intensitas III MMI. Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami,” tulis Rahmat dalam laman resmi.
Hingga pukul 18.35 WIB, kata Rahmat, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock). Dia mengimbau, kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Gambaran Kekuatan Gempa
Masih dikutip dari akun WhatsApp BMKG Sumbar, berdasarkan Skala MMI (Modified Mercalli Intensity), gambaran keadaan yang dirasakan seseorang terhadap guncangan gempa di antaranya, I MMI merupaka getaran tidak dirasakan kecuali dalam keadaan luarbiasa oleh beberapa orang
II MMI adalah getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang. Sedangkan, III MMI getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu. Sementara, IV MMI dimana pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi.
Selanjutnya, V MMI merupakan sebuah getaran dirasakan oleh hampir semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting, tiang-tiang dan barang besar tampak bergoyang, bandul lonceng dapat berhenti.
Kemudian, VI MMI tersebut sebuah getaran dirasakan oleh semua penduduk. Kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan.
Berikutnya, VII MMI, getaran yang membuat tiap-tiap orang keluar rumah. Kerusakan ringan pada rumah-rumah dengan bangunan dan konstruksi yang baik. Sedangkan pada bangunan yang konstruksinya kurang baik terjadi retak-retak bahkan hancur, cerobong asap pecah. Terasa oleh orang yang naik kendaraan.
VIII MMI tergolong pada kerusakan ringan pada bangunan dengan konstruksi yang kuat. Retak-retak pada bangunan degan konstruksi kurang baik, dinding dapat lepas dari rangka rumah, cerobong asap pabrik dan monumen-monumen roboh, air menjadi keruh.
IX MMI adalah kerusakan pada bangunan yang kuat, rangka-rangka rumah menjadi tidak lurus, banyak retak. Rumah tampak agak berpindah dari pondamennya. Pipa-pipa dalam rumah putus.
Sedangkan, X MMI akan berdampak terhadapa bangunan dari kayu yang kuat terjadi kerusakan, rangka rumah lepas dari pondamennya, tanah terbelah rel melengkung, tanah longsor di tiap-tiap sungai dan di tanah-tanah yang curam.
Sementara XI MMI, bangunan-bangunan hanya sedikit yang tetap berdiri. Jembatan rusak, terjadi lembah. Pipa dalam tanah tidak dapat dipakai sama sekali, tanah terbelah, rel melengkung sekali. Terakhir, XII MMI akibatnya hancur sama sekali, Gelombang tampak pada permukaan tanah. Pemandangan menjadi gelap. Benda-benda terlempar ke udara. (mil)