SAWAHLUNTO, METRO – Keluarga Persatuan Warga Tanahdatar (Per-watar) dan Padangpanjang yang tinggal di Sawahlunto agendakan halalbihalal di Gedung Pusat Kebudayaan (GPK), Jumat (14/6). Acara tersebut juga dihadiri Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta bersama Wawako, Zohirin Sayuty yang juga menjabat sebagai Ketua Perwatar sejak 15 tahun lalu.
Ketua panitia sekaligus Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kota Sawahlunto, Adrius Putra mengatakan ada beberapa tujuan diadakan halalbihalal ini. “Tujuan dari pelaksanaan ini tentu diantaranya adalah dalam rangka peningkatan silaturahmi antar warga Tanahdatar dan Padangpanjang dalam suasana Idul Fitri, sekaligus dalam syukuran bahwa pimpinan Kota Sawahlunto sekarang adalah orang Tanahdatar,” ujar Adrius.
Adrius mengatakan halalbihalal ini merupakan ke-10 kalinya diadakan.
“Sebenarnya ini adalah yang kesebelas kalinya diadakan, namun tahun lalu kita tidak sempat mengadakan karena beberapa kendala,” ungkapnya.
Selanjutnya terang Adrius,kegiatan ini juga merupakan rasa syukur warga Tanahdatar yang tinggal di Sawahlunto. Karena terdapat dua orang warga Tanahdatar yang terpilih duduk di kursi DPRD, yaitu Ety Zohirin dan Afdhal.
Ketua Perwatar, Zohirin Sayuty mengatakan harapannya agar anggota Perwatar yang turut meramaikan pesta demokrasi sebelumnya agar sekarang bersatu kembali. Kemudia, sama-sama mendukung program pemko dalam membangun Sawahlunto ke depan.
Dalam masa jabatan selama 15 tahun tersebut, ia berharap ini merupakan tahun terakhirnya memimpin Perwatar yang beranggotan 700-an kepala keluarga tersebut. Ia berharap, dapat digantikan dengan orang yang baru dan tepat dijadikan pemimpin.
“Tahun 2004 lalu saya diangkat dan rasanya sekarang saya sudah lama sekali menjabat sebagai ketua Perwatar. Saya harap ada yang muda-muda yang bisa menggantikan dan saya siap jadi penasehat,” ungkapnya.
Sementara itu, Wako Sawahlunto, Deri Asta yang merupakan pria kelahiran Tanjung Barulak, Tanahdatar tahun 1973 itu dalam sambutannya menceritakan sejarah dirinya yang juga lahir dan besar di Tanahdatar. Diantaranya dia menyebutkan bahwa dirinya dari Tanjung Barulak pindah ke Padang Ganting pada 1978. Ibunya juga sempat menjabat sebagai ketua bidan selama satu tahun di kawasan tersebut hingga dia SMA di Tanahdatar tersebut.
“Tidak muluk-muluk, kita juga tidak menyangka orang Tanahdatar dapat memimpin kota ini. Walaupun saya orang Sawahlunto namun saya lahir di Tanahdatar. Begitu juga wawako yang merupakan orang Tanahdatar, namun lahir di Sawahlunto,” katanya.
Deri berharap agar anggota Perwatar dapat mendukung visi misi kota sekarang dan ke depan dalam membangun Kota Sawahlunto yang beragama dan beradat. (zek)





