Sergio Ramos tak sekadar membantu timnas Spanyol mengalahkan Swedia 3-0. Sumbangan satu golnya mendekatkan Ramos pada sebuah rekor milik Daniel Passarellla.
Spanyol menjamu Swedia dalam Kualifikasi Piala Eropa 2020 di Santiago Bernabeu, Selasa (11/6) dinihari WIB. Bek sekaligus kapten Spanyol itu memecah kebuntuan pertandingan dengan mengonversi penalti di menit ke-64.
Dengan gol tersebut, berarti Ramos telah mencetak tujuh gol dalam delapan penampilan terakhir untuk La Furia Roja. Gol tersebut menandai gol penalti ke-11 bagi pemain Real Madrid itu di musim ini, sekaligus melanjutkan rekor sempurnanya dari titik putih.
Itu berarti Ramos saat ini telah mengemas 20 gol untuk negaranya sekaligus menyamai pemain legendaris Telmo Zarra. Sementara itu, Sport Center ESPN mengemukakan bahwa pencapaian Ramos hanya berjarak dua gol saja dari Passarellla, yang memegang rekor sebagai bek tersubur di antara tim-tim juara dunia.
Ramos melepaskan tembakan kaki kanan yang mengecoh Robin Olsen untuk menggetarkan gawang Swedia. Kemudian sebelum pertandingan berakhir, Spanyol memperoleh hadiah penalti kedua.
Akan tetapi, Ramos memberikannya kepada Alvaro Morata, yang berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0, sebelum kemenangan Spanyol dilengkapi oleh gol Mikel Oyarzabal.
Ramos mengungkap alasan di balik keputusannya memberikan jatah penaltinya kepada Morata. Kapten Spanyol itu ingin membantu Morata mengembalikan kepercayaan dirinya.
”Pada akhirnya, striker hidup untuk gol dan Morata adalah seorang ‘pembunuh’,” ujar Ramos.
”Setelah mengeksekusi yang pertama, lebih baik memberikan satu penalti kepada teman setim untuk mengembalikan mood terbaiknya dan mencetak gol. Kerja dan kebanggaan adalah kolektif. Yang penting hasilnya, bukan siapa yang mencetak gol,” katanya menegaskan.
Musim 2018/2019 memang tak berjalan mulus untuk Morata. Tak tampil maksimal bersama Chelsea, striker 26 tahun itu kemudian dipinjamkan ke Atletico pada Januari 2019.
Bersama Atletico, Morata tampil 17 kali di semua kompetisi dan mencetak enam gol. Sementara bersama timnas Spanyol, Morata main enam kali di sepanjang 2018/2019 dan hanya bikin tiga gol.
Sementara itu, setelah diberi penalti oleh Ramos, Morata pun amat berterima kasih kepada rekannya itu. Morata mengaku Ramos sendiri yang punya inisiatif untuk memberikan kesempatan penalti itu kepadanya. Morata pun tersentuh dengan kemurahan hati kapten Spanyol itu.
”Itu adalah keputusannya. Saya tidak memintanya karena dia selalu ingin mencetak gol,” ujar Morata.
”Itu adalah sikap yang sangat baik yang akan selalu saya syukuri. Tidak meminta tapi dia memberikannya kepada saya, rasa senangnya jadi berlipat. Dia tahu apa yang saya pikirkan tentangnya.”
Dua musim terakhir di Chelsea dan Atletico tak berjalan baik untuk Morata. Merasa sudah nyaman di Atletico, striker 26 tahun itu berharap bisa dipermanenkan.
”Sekarang adalah waktunya mengambil langkah maju bersama Atletico dan timnas. Waktunya ada di tempat yang tenang dengan ambisi. Saya ingin bertahan (di Atletico) selama mungkin,” katanya menambahkan.
Berkat kemenangan ini, Spanyol masih nyaman di puncak klasemen Grup F usai mengumpulkan 12 poin hasil empat pertandingan. Swedia di peringkat ketiga di bawah Rumania dengan sama-sama meraih tujuh poin. (*/ren)





