PADANG, METRO – Dari hasil rekap data Operasi Ketupat Singgalang yang dilaksanakan sejak 29 Mei hingga berakhir pada Senin (10/6), selama arus mudik dan arus balik lebaran 1440 Hijriyah, jumlah kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di wilayah Sumatera Barat mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu.
Dari data Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar, tercatat jumlah kecelakaan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini berjumlah 104 kasus. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2018 yang terhitung 130 kasus. Artinya mengalami penurunan hingga 20 persen.
Begitu juga dengan korban meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan meskipun tidak signifikan. Di tahun ini tercatat korban meninggal dunia berjumlah 24 orang. Sementara jumlah korban jiwa akibat laka lantas di tahun lalu mencapai 25 orang.
Selain itu, untuk korban luka berat berjumlah 24 pengendara, di tahun lalu hanya 12 pengendara. Sementara untuk korban luka ringan terdapat 142 pengendara. Di tahun lalu mencapai 233 pengendara. Selama Operasi Ketupat Singgalang setidaknya angka kerugian material menurun menjadi Rp300.650. 000 dari tahun sebelumnya Rp435.750.000.
Kabagbinopsnal Ditlantas Polda Sumbar, AKBP Ari Yuswan Triono mengatakan, selama pelaksanaan pengamanan arus mudik dan balik Lebaran tahun ini terbilang lancar. Pasalnya, jumlah kecelakaan mengalami penurunan dan korban jiwa akibat kecelakaan juga turun.
”Kemacetan juga bisa diatasi sehingga arus lalu lintas lancar. Terkait laka lantas, korban berasal dari pengendara mobil dan sepeda motor. Lakalantas terjadi juga disebabkan dengan berbagai faktor, salah satunya karena kelalaian pengendara mobil maupun sepeda motor. Dan rata-rata memang kelalaian para pengendara,” ungkap Ari.
Ari menjelaskan, mayoritas pengendara yang mengalami meninggal dunia akibat lakalanta merupakan warga Sumbar. Meski begitu, korban tewas akibat lakalantas tidak semua yang melaksanakan mudik Lebaran.
”Korban ada yang kebetulan mengalami kecelakaan saat operasi ketupat, tapi tidak semua korban yang merupakan mudik Lebaran. Kebetulan saja kecelakaan ketika musim mudik Lebaran ini. Memang ada juga warga luar (Sumbar),” jelas Ari.
Ari mengakui untuk arus mudik dan balik Lebaran kali ini volume kendaraan yang masuk ke wilayah Sumbar mengalami peningkatan drastis. Namun meski demikian, dia mengklaim pemetaan kemacetan sesuai prediksi dan dapat diatasi melalui rekayasa lalu lintas.
”Meningkatnya volume kendaraan mungkin memang imbasnya karena kenaikan harga tiket pesawat. Sehingga masyarakat beralih menggunakan transportasi darat. Alhamdulillah dapat kami antisipasi melalui rekayasa lalu lintas yang dilaksanakan,” pungkasnya. (rgr)





