LIMAPULUH KOTA, METRO – Mobil Toyota Kijang Innova dengan nomor polisi BA 1751 BP warna putih Minggu (9/6) sekitar pukul 23.00 WIB terjun bebas masuk Batang Agam di pinggir jalan raya Payakumbuh-Bukittinggi tepat di perbatasan Kabupaten Agam dengan Limapuluh Kota. Satu orang meninggal dunia, dua hilang dan 7 luka-luka.
Bocah bernama Putri Najwa (7) menghembuskan nafas terakhir akibat kecelakaan tunggal yang dialami kendaraan yang bertolak dari arah Payakumbuh hendak menuju Padangpanjang. Sementara Deva (6) dan Mulyati (56) yang merupakan cucu dan nenek ini hingga pukul 17.00 WIB Senin (10/6) belum ditemukan.
Sedangkan empat korban yang sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD Adnan WD Payakumbuh masing-masing Khairani Putri (9), Arsil (40), relawan yang melakukan pencarian, Putri Hidayah Azzahra (11), dan M Alfin (19) sudah diperbolekan pulang. Dan seorang lagi harus dirujuk ke RS Acmad Muchtar Bukittinggi, dua orang lagi masih mendapatkan perawatan di RSUD Adnan WD.
Wakapolres Payakumbuh Kompol Eridal didampingi Kabag Sumda Kompol Russirwan menyebut, diduga mobil yang dikemudikan Rasid Akbar (17) yang melaju dari arah Payakumbuh menuju Padangpanjang itu hilang kendali saat sampai di lokasi kejadian. Sehingga kenderaa terjun masuk jurang Batang Agam dengan ketinggian sekitar 30 meter.
Kendaraan yang membawa 10 penumpang itu kuat dugaan berbalik-balik sebelum sampai di dasar sungai. Sebab, keempat rodanya sudah ke atas saat sampai di dasar Batang Agam. Kondisi di sekitar Batang Agam yang berada dipinggir Jalan Raya Payakumbuh-Bukittinggi itu saat malam memang kelam karena tidak ada penerangan jalan. Mengingat antara bibir jalan dengan pinggir jurang hanya berjarak 1-2 meter saja.
Kijang Innova yang sudah berada di dasar Batang Agam itu, berhasil dideret keluar sekitar pukul 5.00 WIB Senin (10/6). Kondisinya yang ringsek menandakan kendaraan terhempas masuk dalam Batang Agam. Ditambah kondisi aliran Batang Agam yang dipenuhi bebatuan dan aliran air yang cukup besar dan deras.
Kini dua orang yang belum ditemukan terus dicari dengan penyisiran Batang Agam oleh 125 orang Tim Gabungan terdiri dari Basarnas Pos Limapuluh Kota 12 orang, BPBD Agam, Pol PP Agam, Polres Kota Bukittinggi, BPBD 50 Kota 9, PMI Bukittinggi, BRT Bukittinggi dan relawan lain.
”Memang kita masih melakukan penyisiran di Batang Agam. Saat ini masih ada 2 orang korban yang hilang satu anak-anak dan satu orang dewasa. Seluruh penumpang minibus Inova ada 10 orang, 7 luka-luka dan sudah mendapatkan perawatan medis di RSUD Adnan WD Payakumbuh, 1 orang meninggal dan 2 hilang,” sebut Kepala Pos SAR Limapuluh Kota, Robi Saputra, di sela-sela melakukan pencarian.
Sepanjang pencarian yang dilakukan Tim Senin, lebih 1 kilometer dari tempat kejadian sudah disisir. Namun hingga menjelang pukul 18.00 Wib, korban yang hilang belum kunjung ditemukan.
“Kita melakukan pencarian sampai pukul 18.00 WIB. Dan memang belum ditemukan. Kondisi air batang Agam memang sedikit besar dan deras, karena memang musim hujan. Meski begitu kita terus menyisir hingga PLTA Batang Agam,” sebutnya.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Limapuluh Kota, Rahmadinol menyebut, tim yang melakukan pencarian terus menyisir Batang Agam hingga lebih satu kilometer. Namun, belum juga ditemukan dan medan sungai memang airnya cukup besar dan deras.
”Kita sudah menyisir aliran Sungai. Tim yang berjumlah lebih kurang 125 orang sudah menyisir sampai 1 kilometer lebih dari tempat kejadian. Dan memang air Sungai Batang Agam agak besar dan deras serta keruh,” sebutnya.
Dirujuk
Direktur Dr Adnaan WD Payakumbuh, dr Efrizanaldi melalui Direktur Pelayanan dan Penunjang dr Yanti mengatakan, bahwa memang ada pasien yang dirujuk ke RSAM Achmad Mukhtar Bukitinggi.
”Iya, ada empat pasien korban kecelakaan yang masuk IGD tadi malam telah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan dan satu orang baru saja kita rujuk ke Bukittinggi,” sebutnya Senin (10/6).
Dr Yanti juga menambahkan, karena satu orang pasien dirujuk ke Bukitinggi, dua orang pasien lainnya yang juga korban dari kecelakaan tunggal itu juga minta pindah dirawat di Bukittingi. (us/u)





