METRO PADANG

HWK Sumbar Buka Bersama Anak Yatim Piatu, Panti Asuhan di Kota Padang Butuh Perhatian Pemerintah

0
×

HWK Sumbar Buka Bersama Anak Yatim Piatu, Panti Asuhan di Kota Padang Butuh Perhatian Pemerintah

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Setelah sebelumnya Himpunan Wanita Karya (HWK) Sumbar melaksanakan kegiatan Toko Sosial (Charity Shop) selama 3 hari berturut-turut, Senin sore (27/5) dilanjutkan dengan mengajak puluhan anak yatim piatu buka puasa bersama. Kegiatan ini berlangsung di Panti Asuhan Al-Ihsan di kawasan Lapai, Kota Padang.
Teriknya cuaca sore itu tak menyurutkan langkah kaki ibu-ibu yang tergabung dalam HWK Sumbar yang dipimpin Ketua HWK Sumbar, Sastri Bakry didampingi Wakil Ketua HWK Sumbar, Yasnida Syamsuddin untuk menyambangi Panti Asuhan Al-Ihsan. Rombongan HWK tak sendiri, para donator dan grand finalis Sumbar Talenta juga ikut menemani ke panti asuhan itu.
Jarak antara kantor DPD HWK ke lokasi panti asuhan hanya sekitar 20 menit dengan berjalan kaki. Menghemat waktu, Yasnida Syamsuddin dan rombongan pun menempuhnya dengan kendaraan pribadi. Meski jalanan berkerikil tajam, tidak membuat ibu-ibu itu goyah. Mereka terus melangkah, hingga akhirnya sampai di panti asuhan.
Saat tiba, Yasnida dan kolega disambut dengan raut wajah kegembiraan anak-anak panti yang dipimpin Ketua Panti Asuhan Al-Ihsan. Kunjungan HWK ke panti asuhan tersebut merupakan kegiatan buka bersama anak-anak yatim piatu. Selain untuk berbuka bersama, kunjungan mereka itu sekaligus membawa bantuan berupa menu berbuka, uang tunai, dan lainnya.
Kegiatan buka puasa bersama anak yatim piatu itu juga dikemas menyenangkan dengan adanya kelas kreatif. Kemudian sebanyak 26 anak yatim piatu mendengarkan dakwah melalui Ustadz Hariadi yang menceritakan tentang hikmah berpuasa. Tak hanya itu, penampilan dari grand finalis Sumbar Talenta juga turut memeriahkan acara tersebut.
Disela-sela kegiatan buka bersama itu, Yasnida Syamsuddin mengatakan, tujuan HWK mengumpulkan anak yatim piatu yang dinauangi Panti Asuhan Al-Ihsan tidak lain dan tidak bukan hanya untuk berbagi kebahagian bersama. Dia ingin anak yang ditinggal orangtuanya tersebut merasa kebahagiaan berbuka bersama.
”Ini adalah rangkaian kegiatan kedua kita dari sebelumnya telah melaksanakan iven Charity Shop. Kita juga mengajak anak-anak dari Sumbar Talenta agar mereka merasa lebih bersyukur dan peduli terhadap saudara-saudaranya yang ada di panti,” ujar Yasnida.
Yasnida berharap, kegiatan yang digagas HWK dapat terus berlanjut setiap tahunnya, mengingat kegiatan ini menebar manfaat dan kebaikan bagi umat muslim terutama anak-anak yatim piatu yang membutuhkan perhatian.
”Kalau dulu sekitar 10 tahun lalu kita buka bersama dengan amak-amak di surau buluah, Simpang Akhirat. Sekarang kita pilih anak-anak yatim piatu di panti asuhan al-ihsan. Karena anak-anak ini membutuhkan uluran tangan kita. Mereka harus diperhatikan,” tutur Yasnida sembari menyantuni 26 anak yatim piatu dan membagikan buku tulis.
Melihat perkembangan sejumlah panti asuhan di Kota Padang, Yasnida berharap, pemerintah dapat lebih memperhatikan keberadaan panti asuhan. Karena anak-anak yang ditampung ini merupakan anak-anak yang masih mempunyai masa depan cerah dan bisa dibina untuk menjadi pemimpin masa depan.
”Pada tahun 2016 lalu, perhatian pemerintah sangat kurang sekali sampai-sampai mereka (anak panti asuhan, red) kekurangan beras sehingga kami harus drop beras. Apalagi donatornya juga terbatas. Kalau hanya menunggu donator tentu isidentil, tidak bisa ditentukan (bantuannya, red),” tutur Yasnida dengan wajah penuh keprihatinan.
Menurut Yasnida, para penghuni panti itu membutuhkan perhatian. Jika pemerintah kurang peduli dan membiarkan pertumbuhannya seperti ini saja, bagaimana panti asuhan ini dapat berkembang dan bertahan mengingat anak-anak perlu diperlihara dengan baik.
”Mereka perlu pembinaan pendidikan yang baik. Pemerintah seharusnya memberi ruang perkembangan pembangunan panti asuhan yang lebih baik, sehingga anak-anak yang terlantar dapat ditampung dan didik dengan baik,” ujar Yasnida.
Sementara itu, atas perhatian dari HWK, serta para donator, Ketua Panti Asuhan Al-Ihsan, Marni mengucapkan terimakasih banyak yang telah menyisihkan rezekinya dan memberikan bantuan para anak-anak panti yang dibinanya.
”Saya ucapkan banyak terima kasih kepada ibu-ibu HWK dan para donator yang telah memberikan sumbangan,” kata Marni.
Menurut Marni, para anak-anak yang ada di sini merupakan anak yatim piatu dan dhuafa. Dia mengakui, meskipun saat ini di panti sudah memiliki kasur, namun sebagian sudah tidak layak pakai. Dia menyebut, saat ini panti asuhan Al-Ihsan memiliki lebih 100 anak asuh.
”Mereka tinggal di sini tidak hanya untuk belajar agama, namun juga disekolahkan. Bahkan ada yang sampai tingkat perguruan tinggi, dan itu semua dibiayai oleh donator panti,” tukasnya. (mil)