METRO PADANG

Puasa, Durian Disantap di Malam Hari

0
×

Puasa, Durian Disantap di Malam Hari

Sebarkan artikel ini

PADANG, METRO – Di bulan suci Ramadhan ini, buah durian ternyata masih dicari oleh masyarakat untuk disantap di malam hari. Buah dengan ciri khas aroma dan rasa yang menyengat dan mengandung gas didalamnya masih tetap diburu, meski tengah menjalani ibadah puasa.
Bundo Ema (55), pemilik kedai durian di Jalan Gantiang mengatakan, buah durian sudah banyak berbuah di berbagai daerah. Di awal Ramadhan masih ada yang mencarinya untuk disantap bersama-sama di malam hari.
”Di minggu kedua Ramadhan, durian sudah mulai banyak dicari masyarakat, kebanyakan orang-orang memakan durian di malam hari, duduk bersama-sama di makan durian dengan ketan yang juga tersedia di warung ini, buah durian didapat dari daerah Pesisir selatan,” jelas Bundo Ema, Senin (20/5).
Buah yang berbau khas dan menyengat itu, saat ini dijual seharga Rp60.000 perbuah. Ada juga dijual Rp100.000 untuk tiga durian dan durian kecil Rp25.000 perbuah. ”Harganya beda-beda, sesuai ukurannya. Meski bulan puasa, ternyata durian masih banyak peminatnya,” tambahnya.
Durian memiliki kandungan gula dan lemak jenuh yang sangat tinggi. Buah dengan ciri khas aroma dan rasa yang menyengat dan mengandung gas. Durian adalah nama tumbuhan tropis yang berasal dari wilayah Asia Tenggara.
Selain kadar gula dan lemak tinggi, durian juga mengandung kadar alkohol dan gas tinggi yang bisa memicu naiknya asam lambung. Perlu dicatat, perut yang kosong selama berjam-jam sangat rentan mengalami kenaikan asam lambung.
Lantas, kudapan apa yang baik untuk menemani berbuka puasa? Merujuk Hello Sehat, sejak sahur sampai waktu berbuka, simpanan gula darah sebagai sumber energi utama tubuh terus menurun sepanjang hari.
Hal inilah yang membuat tubuh mudah lemas dan mengantuk. Untuk mengganti energi yang hilang, tubuh memerlukan menu berbuka puasa yang tepat. Gula bisa meningkatkan kadar gula darah yang turun selama puasa, tapi kalau terlalu manis justru gula darah dapat kembali menurun drastis dan setelah itu jadi lemas dan mengantuk.
Contoh makanan tinggi gula antara lain durian, teh manis, atau pisang goreng. Aroma dan rasa khasnya membuat sebagian orang sulit menolak kehadiran buah durian ini. Tiap 100 gram bisa memenuhi 7 persen kebutuhan kalori tubuh dalam sehari. Buah ini pun mampu memenuhi kebutuhan vitamin C, B6 serta tiamin dan kalium.
Akan tetapi, durian tidak disarankan untuk jadi menu berbuka puasa. Durian mengandung gas yang bisa memicu asam lambung naik. Pasalnya, perut sedang berada dalam keadaan kosong selama berjam-jam dan rentan mengalami kenaikan asam lambung. Akibatnya, perut bisa terasa sakit. (e)