SUDIRMAN, METRO – Cuaca ekstrem di Sumbar belakangan ini memantik kekhawatiran. Untuk itu, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Sumbar, Alwis mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dan mewaspadai terhadap perubahan cuaca yang akan terjadi.
Apalagi, sebut Alwis, jika mengingat kondisi cuaca di Sumbar dari suhu udara yang begitu terik panas, beberapa hari ini dilanda hujan yang hampir merata di seluruh wilayah di Sumbar. Baginya, makna hujan yang turun ialah pertanda keberkahan.
“Tapi bila masih saja ada yang berselisih pasca Pemilu 2019, keberkahan hujan tidak dirasakan. Namun mengingat adanya perubahan cuaca, perlu juga diwaspadai oleh masyarakat,” pesan Alwis saat melakukan Safari Ramadhan di Surau Dama, Korong Lampuang Tanjuang, Nagari Kubu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur, Kabupaten Padangpariaman, kemarin.
Diketahui, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) BIM Padang Pariaman mencatat dan memperkirakan kondisi atmosfer pada Mei di provinsi itu akan di dominan panas karena memasuki musim kering.
Untuk suhu udara pada Mei 2019 minum 18 derajat celsius dan maksimum di Sumbar mencapai 32 hingga 33 derajat celcius pada siang hari. Kemudian kelembaban berkisar 60 sampai 98 persen dan angin secara umum dari barat kecepatan rata-rata 8 hingga 24 kilometer per jam.
Terkait kondisi itu, menurut Alwis, jika bercermin kepada tahun-tahun lalu, di Sumbar pada momen Ramadhan hampir terjadi bencana alam, mulai dari banjir dan tanah longsor. Kondisi tersebut terjadi di berbagai daerah, seperti Padang, Solok Selatan, Pesisir Selatan, dan Limapuluh Kota.
“Kami berharap kepada masyarakat, untuk waspada terhadap cuaca ekstrem yang dapat terjadi di Sumbar melihat hujan yang akhir-akhir ini sedang terjadi di hampir seluruh wilayah Sumbar,” imbau Alwis.
Di sisi lain, Alwis juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap tenang menyikapi hasil sementara perolehan suara untuk Pilpres 2019. Masyarakat diharapkan dapat mempererat silaturahmi, seiring berjalannya bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah.
“Setelah usainya pesta demokrasi pada April 2019, sudah seharusnya masyarakat kembali saling mempererat silaturahmi. Meskipun terjadi perbedaan pilihan dalam calon legislatif (Caleg) dan pilpres, saatnya kini bersatu,” kata Alwis.
Alwis pun menegaskan, agar masyarakat dapat tetap menjaga silaturahmi dan keamananan pascapemilu, mengingat banyaknya riak-riak yang timbul pascapelaksanaan pemilu 17 April 2019.
“Kami juga berharap, masyarakat Nagari Kubu Gantiang dapat menyikapi percikan-percikan pascapemilu dengan sebaik-baiknya, mengingat banyaknya opini yang timbul pascapelaksanaan pemilu yang telah sukses dilaksanakan di Sumbar,” terang Alwis
Alwis menilai, perlu adanya kesadaran untuk mempererat silaturahmi, selain mengingat sekarang adalah bulan Ramadhan, masyarakat juga perlu memahami jika Allah marah, maka bisa didatangkan bencana. Karena di bulan yang suci masih saja terjadi perselisihan, bukannya kedamaian yang tercipta.
Dalam kesempatan itu juga hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Padangpariaman, Jonpriadi. Ia mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan peralatan-peralatan rumah tangga di rumahnya agar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan.
“Masyarakat agar waspada terhadap pelaksanaan kegiatan di lingkungan rumah, mematikan kompor setelah digunakan, mematikan listrik jika tidak digunakan lagi, ini guna menghindari kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, diantaranya itu adalah kebakaran,” ujar Jonpriadi.
Tak hanya itu, Jonpriadi juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan sebaiknya, menghindari pengaruh-pengaruh negatif dari teknologi.
“Kami juga berpesan kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan perkembangan teknologi dengan sebaik-baiknya, menggunakan teknologi utk hal-hal positif, menghindari dampak-dampak negatif teknologi, selalu menjaga keluarganya terkhusus anak-anak,” tutup Jonpriadi.
Dalam kunjungan Tim Safari Ramadhan Provinsi itu, Surau Dama Nagari Kubu Gantiang juga diberikan bantuan sebesar Rp20 juta yang diberikan langsung kepada pengurus surau. (mil)





