ADINEGORO, METRO – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menegaskan pihaknya tak pernah punya agenda mengintimidasi penyelenggara pemilu. BPN menyatakan mereka hanya akan menempuh jalur konstitusi jika menemukan dugaan kecurangan pemilu.
”Saya tegaskan BPN tidak pernah punya rencana ‘people power’ untuk mengintimidasi penyelenggara pemilu. Semua langkah kami adalah konstitusional,” kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Andre Rosiade, kepada wartawan, Jumat (10/5).
Andre yang sudah mengunci satu kursi DPR RI Dapil Sumbar 1 ini mengatakan. pihaknya memilih melapor ke Bawaslu jika menemukan dugaan kecurangan pemilu. Dia menyebut BPN Prabowo telah melakukan pelaporan kepada pengawas pemilu pukul 11.00 WIB terkait administrasi pemilu.
Soal people power, Andre mengatakan BPN tak pernah memiliki niat mengintimidasi penyelenggara pemilu. Namun dia mengaku tidak tahu bagaimana sikap masyarakat. “People power itu kehendak rakyat, ya terserah rakyat saja,” ucap ketua harian DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM) ini.
Di lain sisi, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut keberadaan posko BPN Prabowo Subianto-Sandiaga Uno malah membuat pendukung Joko Widodo (Jokowi) semangat sehingga unggul di Jateng. BPN Prabowo-Sandiaga tak sepakat dengan pernyataan Ganjar.
”Saya tidak sepakat dengan Mas Ganjar ya. Menurut kami, memang ada indikasi kecurangan yang luar biasa di sana. Sehingga suara 01 jadi meningkat,” ujar Andre Rosiade.
Andre menduga kemenangan Jokowi di Jateng tak lebih karena adanya indikasi kecurangan yang masif di sana. Karena itu, dia mengatakan tak ada prestasi hebat yang ditorehkan kubu 01 di Jateng.
”Mulai indikasi oknum aparat yang berpihak, indikasi oknum kepala daerah yang tidak netral, bahkan ada indikasi tekanan ke kepala desa untuk berpihak kepada petahana. Jadi bukan karena prestasi tim yang hebat. Jadi tidak usah bangga dengan kemenangan di Jateng,” imbuh Andre. (*/r)





