SOLOK/SOLSEL

Perubahan Pola Konsumsi saat Ramadhan, Volume Sampah di TPA Meningkat

1
×

Perubahan Pola Konsumsi saat Ramadhan, Volume Sampah di TPA Meningkat

Sebarkan artikel ini
PUNGUT SAMPAH—Terlihat personel dari Dinas Perkim LH sedang memunguit sampah untuk dibawa ke TPA.

SOLOK, METRO— Di bulan Ramadhan, volume sampah di Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Kota Solok mengalami peningkatan. Lonjakan ini dipicu perubahan pola konsumsi masyarakat selama bulan puasa. Di lapangan terlihat peningkatan vo­lume sampah, terutama terlihat pada sampah rumah tangga, plastik kemasan, sisa makanan, serta limbah kulit kelapa mu­da.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Per­kim LH) Kota Solok, Hanif menyatakan pihak­nya terus memastikan sis­tem pengelolaan berjalan optimal agar tidak terjadi penumpukan.

Menurut Hanif, dinas melakukan penyesuaian sistem kerja tenaga kebersihan dengan menitikberatkan pada capaian hasil di lapangan serta memastikan armada pengangkut beroperasi maksimal. “Ka­mi berupaya menjaga ke­lancaran pengangkutan meski volume meningkat, termasuk memastikan armada berfungsi optimal,” ujarnya.

Baca Juga  Kota Solok Dinilai Sebagai Kota Stop BABS, Capai Target Open Defecation Free jadi Perhatian

Selain itu, Hanif me­ngimbau masyarakat mulai memilah sampah organik dan anorganik dari rumah untuk mengurangi beban TPA, terutama di tengah meningkatnya peng­gunaan kemasan plastik selama Ramadhan.

Sementara menurut Pengawas Tenaga Kebersihan Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (Perkim LH) Kota Solok, Mitra Yo­riskia mengatakan aktivitas belanja dan konsumsi men­jelang berbuka puasa dan sahur berdampak lang­sung pada jumlah sampah yang masuk ke Tempat Penampungan Sementara (TPS). “Pola konsumsi selama Ramadan berbeda dari ha­ri biasa, sehingga volume sampah ikut meningkat,” ujarnya.

Baca Juga  Wako Zul Elfian Serahkan Piala Adipura pada Sektretaris DLH, Kota Solok Raih Lagi Adipura

Mitra mengimbau ma­syarakat membuang sampah pada TPS yang telah disediakan di sejumlah titik strategis. Ia juga me­minta pedagang kelapa mu­da mengemas limbah dalam karung berkapasitas 30 kilogram agar memu­dahkan proses pengangkutan dan mencegah sampah berserakan. “Kami berharap ada kerja sama dari masyarakat dan pedagang agar sampah tidak tercecer sebelum diang­kut. Ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan,” katanya. Meski terjadi peningkatan, volume sampah selama Ramadan masih dapat ditangani dan tidak jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (vko)