PESSEL, METRO– Nasib tragis dialami seorang bocah yang baru duduk di bangku Sekolah TK di Kampung Air Batu, Kenagarian Tanah Bakali Inderapura, Kecamatan Airpura, Kabupaten Pesisir Selatan. Pasalnya, ia ditemukan tewas di lubang bekas tambang galian C.
Korban diketahui bernama Gibran Marta Gustian (6). Lokasi korban ditemukan tewas tenggelam dalam lubang galian C berada di pinggir aliran Sungai Lubuk Kodo Terjun. Sebelum insiden nahas itu, korban bersama orang tuanya sempat mencari tanaman pakis di sekitar lokasi.
Namun saat hendak pulang, orang tua korban merasa kehilangan dan berusaha mencari korban hingga menemukan tubuh korban tenggelam di lubang bekas tambang tersebut. Sontak saja, orang tua korban histeris dan langsung meminta bantuan warga untuk mengeluarkan korban dari dalam lubang.
Setelah berhasil dievakuasi, korban dibawa ke Puskesmas Airpura untuk mendapatkan pertolongan medis. Sayangnya, nyawa korban tidak dapat diselamatkan dan korban dinyatakan sudah meninggal dunia. Jenazah korban pun kemudian dibawa ke rumah duka untuk disemayamkan lalu dikebumikan.
Kapolsek Pancung Soal, Iptu Hendra membenarkan adanya kejadian anak yang tenggelam di lubang bekas tambang galian C. Menurutnya, peristiwa tragis itu terjadi sekitar pukul 15.00 WIB.
“Korban saat itu pergi bersama orang tuanya untuk mencari pakis di sekitar pinggir sungai. Setelah selesai, keduanya sempat mandi di tepian sungai sebelum pulang,” ungkap Iptu Hendra saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (4/3).
Dijelaskan Iptu Hendra, berdasarkan keterangan ayah korban, setelah mandi di aliran sungai, ia mengajak anaknya pulang. Karena kondisi jalan menanjak dan licin, korban diminta berjalan kaki mengikuti sepeda motor yang dikendarai ayahnya dari belakang.
“Namun setibanya di atas tanjakan, orang tua korban menyadari anaknya belum juga menyusul. Merasa curiga, orang tua korban kembali turun ke pinggir sungai untuk mencari keberadaan sang anak,” jelas Iptu Hendra.
Iptu Hendra menambahkan, korban kemudian ditemukan dalam kondisi tenggelam di dalam lubang bekas galian C yang berada di pinggir sungai. Orang tua korban bersama warga yang berada di lokasi segera mengevakuasi dan membawa korban ke Puskesmas Airpura.
“Namun sesampainya di fasilitas kesehatan tersebut, korban dinyatakan telah meninggal dunia oleh petugas medis. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka di Kampung Air Batu, Kenagarian Tanah Bakali Inderapura, untuk disemayamkan dan dikebumikan,” tutur Iptu Hendra.
Dengan adanya kejadian ini, Iptu Hendra mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih waspada saat beraktivitas di sekitar aliran sungai maupun lokasi bekas tambang galian C yang berpotensi membahayakan keselamatan anak-anak.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk selalu mengawasi anak-anak ketika berada di area sungai atau bekas galian. Lubang bekas tambang seringkali memiliki kedalaman yang tidak terlihat dan sangat berisiko,” tukasnya. (*)





