BULAN suci Ramadhan menjadi waktu istimewa bagi umat Muslim untuk meningkatkan kualitas ibadah sekaligus melatih pengendalian diri. Agar puasa berjalan lancar, perhatian terhadap asupan nutrisi saat sahur menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Salah satu zat gizi penting yang kerap luput dari perhatian adalah protein.
Padahal, protein memiliki peran besar dalam menjaga energi, mempertahankan massa otot, serta membantu tubuh merasa kenyang lebih lama selama berpuasa. Tanpa asupan yang cukup, tubuh lebih mudah lemas dan sulit berkonsentrasi. Karena itu, menu sahur sebaiknya dirancang lebih seimbang dengan memperhatikan kebutuhan protein harian.
Menurut World Health Organization (WHO), protein merupakan zat gizi esensial yang dibutuhkan untuk pertumbuhan, perbaikan jaringan, dan fungsi tubuh secara menyeluruh. Kekurangan protein dapat berdampak pada menurunnya daya tahan tubuh. Hal ini tentu tidak diharapkan saat menjalani ibadah puasa yang membutuhkan stamina stabil.
Senada dengan itu, Harvard T.H. Chan School of Public Health menjelaskan bahwa protein membantu mengontrol rasa lapar dan menjaga keseimbangan energi. Manfaat ini sangat relevan selama Ramadhan, ketika waktu makan terbatas. Dengan asupan protein yang cukup, tubuh dapat beradaptasi lebih baik terhadap perubahan pola makan.
Berikut sejumlah alasan pentingnya protein saat sahur, sebagaimana dirangkum dari berbagai sumber kesehatan.
Membantu Kenyang Lebih Lama. Protein dikenal memiliki efek mengenyangkan lebih tinggi dibandingkan karbohidrat sederhana. Mengonsumsi makanan tinggi protein saat sahur dapat membantu menekan rasa lapar di siang hari. Dengan begitu, aktivitas ibadah dan pekerjaan dapat berjalan lebih optimal.
Menu seperti telur, tempe, tahu, ayam panggang, atau ikan bakar menjadi pilihan sumber protein yang mudah ditemukan. Jika dipadukan dengan karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau kentang, komposisi sahur akan menjadi lebih seimbang dan tahan lama.
Menjaga Massa Otot Selama Puasa. Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dalam waktu yang cukup panjang. Jika kebutuhan protein tidak tercukupi, tubuh bisa mengambil cadangan dari otot sebagai sumber energi. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan massa otot dan tubuh terasa lebih lemah.
Menstabilkan Kadar Gula Darah. Lonjakan dan penurunan gula darah sering menjadi penyebab rasa pusing atau lemas saat puasa. Protein membantu memperlambat proses penyerapan glukosa dalam darah. Dengan demikian, energi tubuh dapat bertahan lebih stabil.
Mendukung Sistem Imun. Perubahan pola tidur dan aktivitas selama Ramadhan dapat memengaruhi daya tahan tubuh. Jika asupan nutrisi tidak optimal, risiko terserang penyakit bisa meningkat. Protein memiliki peran penting dalam menjaga sistem imun tetap bekerja dengan baik.
Membantu Pemulihan dan Energi Harian. Selain menjaga stamina, protein juga berperan dalam proses pemulihan setelah aktivitas fisik. Banyak orang tetap menjalani rutinitas kerja atau olahraga ringan selama Ramadhan. Tanpa asupan protein yang cukup, proses perbaikan sel dan jaringan tubuh bisa terhambat.
Secara keseluruhan, protein bukan sekadar pelengkap dalam menu sahur. Zat gizi ini berperan besar dalam menjaga energi, kestabilan gula darah, massa otot, hingga daya tahan tubuh. Dengan perencanaan menu yang seimbang, Ramadhan dapat dijalani dengan tubuh yang tetap bugar dan ibadah yang semakin khusyuk. (*/rom)





