BERITA UTAMA

Soroti Maraknya Parkir Liar di Pantai Padang, DPRD dan Pemko Sepakati Pembenahan Jelang Lebaran

2
×

Soroti Maraknya Parkir Liar di Pantai Padang, DPRD dan Pemko Sepakati Pembenahan Jelang Lebaran

Sebarkan artikel ini
HEARING— Komisi III DPRD Padang Lakukan Hearing dengan Pemko Padang terkait polemik parkir di Pantai Padang.

PADANG, METRO— Maraknya keluhan terhadap juru parkir di kawasan wisata Pantai Padang mendorong Komisi III DPRD Kota Padang menggelar hearing bersama mitra kerjanya, yakni Dinas Perhubungan dan Dinas Pariwisata Kota Padang. Rapat tersebut berlangsung di ruang Komisi III DPRD Kota Padang, Senin (2/3/2026), guna membahas penataan parkir menjelang Ramadan dan Le­baran.

Ketua Komisi III DPRD Kota Padang, Helmi Moesim, menyebut persoalan parkir di kawasan wisata Taplau—se­butan untuk Pantai Padang—menjadi perhatian serius da­lam beberapa waktu terakhir. Peningkatan kunjungan wisa­tawan saat Ramadan hingga Lebaran, termasuk kepulangan perantau, dinilai harus diantisipasi dengan pelayanan yang lebih tertib dan profesional.

“Kami menghimbau kepada dinas terkait agar meng­hadapi bulan suci Ramadan dan Lebaran, ketika kunju­ngan wisata meningkat dan orang rantau pulang, bagaimana memberikan rasa nyaman kepada pengunjung di spot-spot wisata yang ada,” ujarnya.

Helmi menegaskan, pela­yanan parkir yang baik merupakan bagian penting dari wajah pariwisata kota. Ia juga mengingatkan masyarakat untuk turut aktif mengawasi praktik parkir di lapangan, salah satunya dengan meminta tiket resmi jika tidak diberikan oleh juru parkir.

“Kalau memang mereka tidak dapat pelayanan, mereka tidak dikasih tiket, minta tiket kepada juru parkir itu. Dengan begitu pemerintah juga akan terbantu,” katanya.

Menurut Helmi, pemerintah tidak semata-mata me­ngejar pendapatan asli dae­rah (PAD) dari sektor parkir. Yang lebih utama, lanjutnya, adalah memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan wisatawan.

Baca Juga  DPC PKB Kota Padang Gelar Mukercab PKP Loyalis, Yusri Latif: Perkuat Struktur Organisasi dan Kualitas SDM Partai

“Jujur pemerintah tidak mengharapkan profit atau PAD maksimal, tetapi bagai­mana memberikan pelayanan yang sebaik mungkin kepada masyarakat di kawasan wisata,” tambahnya.

Dalam hearing tersebut, Komisi III juga membahas sejumlah opsi penataan, termasuk kemungkinan pema­sangan portal di sepanjang kawasan wisata apabila pe­nertiban secara manual dinilai kurang efektif.

“Kalau memang susah ditertibkan di sepanjang spot wisata khususnya Pantai Padang, kenapa tidak kita pakai portal,” jelasnya.

Helmi turut menyinggung keberadaan tenaga outsourcing yang telah diterima Dinas Perhubungan untuk memperkuat pelayanan parkir. Ia meminta agar anggaran yang telah dialokasikan dimanfaatkan secara optimal untuk memberdayakan sistem par­kir resmi dan menekan praktik liar.

“Kita sudah memberikan anggaran untuk itu. Manfaatkan, bagaimana parkir liar dan segala macamnya harus ditangani,” tegasnya.

Ia berharap langkah kon­kret segera direalisasikan, terutama menjelang Lebaran, agar citra Kota Padang tetap tertib dan nyaman. Menurutnya, kebersihan kawasan wi­sata yang sudah cukup baik perlu diimbangi dengan sis­tem parkir yang rapi dan transparan.

Menindaklanjuti hasil hearing tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Kota Padang, Ances Kurniawan, menyatakan pihaknya siap melakukan pembenahan. Ia menyadari bahwa sebagai ibu kota provinsi, Padang akan mengalami lonjakan kunju­ngan saat musim mudik.

Baca Juga  Terbukti Melakukan Pelanggaran Berat, Anwar Usman Diberhentikan dari Jabatan Ketua MK

“Karena kita menghitung hari menjelang Lebaran, tentu Kota Padang akan menerima banyak kunjungan dari perantau dan masyarakat yang mudik. Pemerintah tidak ingin mengecewakan masya­rakat yang datang, terutama dalam penataan parkir yang sering viral,” ujarnya.

Ances menambahkan, Dishub akan melakukan pembinaan ulang terhadap para juru parkir guna meningkatkan kualitas layanan. Edukasi serta pengawasan ketat akan menjadi fokus agar tidak lagi muncul keluhan dari pengunjung.

“Kita akan berusaha keras membina kembali jukir, memberikan edukasi, pemahaman, serta kontrol yang ketat agar di hari Lebaran tidak ada lagi kisah-kisah viral yang membuat pengunjung kecewa,” katanya.

Ia menegaskan, inti pertemuan bersama DPRD adalah meminimalisir potensi ke­kecewaan masyarakat terhadap layanan parkir. Masukan dari dewan, menurutnya, menitikberatkan pada pengawasan dan penanaman pemahaman kepada juru parkir sebagai garda terdepan pela­yanan.

“Masukan yang kami terima terutama soal pengawasan ketat dan edukasi kepada jukir agar memahami roh pelayanan, karena Kota Padang adalah kota jasa dan kota wisata,” jelasnya.

Dishub memastikan akan memperbaiki sistem pengelolaan dan penataan parkir agar praktik parkir liar maupun pungutan tidak resmi dapat ditekan. Dengan pembenahan tersebut, diharapkan perantau dan wisatawan merasa aman serta nyaman selama berada di Kota Padang, khu­susnya pada momentum Le­baran. (rom)