BERITA UTAMA

Rumah dan Warung di Samping Kampus UNP Lubuk Buaya Terbakar saat Sahur

6
×

Rumah dan Warung di Samping Kampus UNP Lubuk Buaya Terbakar saat Sahur

Sebarkan artikel ini
KEBAKARAN— Petugas Damkar melakukan pemadaman api yang membakar rumah dan warung di dekat Kampus UNP Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Padang.

PADANG, METRO– Kebakaran melanda sebuah rumah sekaligus warung di Jalan Pagaruyung No. 2, tepatnya di kawasan dekat Kampus UNP Lubuk Buaya, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, pada Senin (2/3) sekitar pukul 04.40 WIB atau saat umat Islam sedang melaksankan ibadah sahur.

Musibah kebakaran tersebut sempat membuat warga sekitar panik karena api dengan cepat membesar dari bagian belakang bangunan. Apalagi, bangunan yang terbakar berada di kawasan padat permukiman penduduk, sehingga warga takut kebakaran semakin meluas.

Beruntung Pemadam Kebakaran (Damkar) cepat datang ke lokasi bersama armadanya. Petugas langsung berjibaku melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain. Setelah hampir satu jam bekerja keras, kebakaran itu bisa dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya.

Kepala Bidang Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengatakan, peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi, Arjun Suseno (22), sekitar pukul 04.43 WIB. Arjun mengaku melihat kobaran api disertai asap tebal yang membumbung tinggi dari bagian belakang rumah milik Hendra (42).

Baca Juga  Transaksi dengan Polisi, Pengedar Diciduk

“Panik melihat api yang mulai membesar, saksi langsung menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang. Kami segera mengerahkan armada dari Pos 3 Koto Tangah sesaat setelah menerima laporan yang jaraknya hanya 2,5 Kilometer,” ungkap Rinaldi.

Menurut Rinaldi, unit berangkat pukul 04.46 WIB dan tiba di lokasi lima menit kemudian. Meskipun lokasi berada di kawasan padat penduduk dengan akses jalan yang cukup sempit, personel bergerak cepat untuk melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan lain.

“Sebanyak 5 unit armada pemadam dengan total 60 personel diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman juga dibantu oleh petugas dari Polri, TNI, dan PLN untuk mengamankan area sekitar,” jelas Rinaldi.

Rinali menambahkan, api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 05.35 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Satu keluarga yang terdiri dari 5 orang penghuni rumah dilaporkan selamat.

Baca Juga  Bupati So­lok Dipolisikan Dugaan Pencemaran Nama Baik, Polda Sumbar: Laporan  Dodi Hendra masih Berproses

“Rumah dan warung yang terbakar merupakan milik Hendra (42), seorang pedagang yang tinggal bersama keluarganya di lokasi tersebu. Bangunan yang terbakar memiliki luas sekitar 15 x 8 meter persegi,” jelasnya. Dampak materiil yang ditimbulkan cukup besar. Satu unit rumah dan warung milik Hendra dilaporkan mengalami rusak berat. Berdasarkan taksiran sementara, kerugian mencapai angka Rp400 juta,” tutur Rinaldi.

Dikatakan Rinaldi, petugas juga berhasil menyelamatkan bangunan lain di sekitar lokasi dengan nilai aset yang diperkirakan mencapai Rp700 juta. Jika tidak segera ditangani, api berpotensi merambat ke sedikitnya tiga bangunan lain yang berada sangat dekat dengan lokasi kebakaran.

“Terkait penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian. Petugas mengimbau warga untuk selalu waspada terhadap instalasi listrik dan sumber api, terutama di kawasan padat hunian,” tutupnya. (*)