SOLOK, METRO— Maraknya aksi terorisme dan sikap intoleran yang menghiasi Negara Kesatuan Republik Indonesia saat ini, secara tak langsung berdampak terhadap kehidupan masyarakat di Indonesia. Hal tersebut kian diperparah karena stigma teroris kadang dikaitkan dengan Islam.
Fenomena ini tentu mengundang perhatian tokoh masyarakat dan ulama di berbagai daerah, termasuk di Solok. Dalam pandangan Buya Muhammad Elvi Syam, Lc., M.A., ajaran Islam sangat menjunjung tinggi nilai persaudaraan dan kemanusiaan.
“Dalam Islam, menjaga silaturahmi antar sesama muslim, antar agama, dan antar bangsa adalah sebuah keniscayaan. Tidak ada satu pun ajaran dalam Islam yang membolehkan menyakiti sesama. Kita diperintahkan untuk menjaga hubungan antar manusia dengan penuh adab dan aturan,” ungkap Buya Muhammad Elvi Syam di Solok.
Lebih lanjut, Buya Muhammad Elvi Syam memaparkan bahwa jangankan menyakiti secara fisik, menyakiti perasaan dan merendahkan martabat seseorang pun sangat dilarang dalam Islam. Tidak layak seorang muslim mengabaikan atau memandang sebelah mata ajaran Rasulullah SAW yang menebarkan kasih sayang dan rahmat bagi seluruh alam.
“Ajaran Islam sangatlah sempurna, terutama dalam mengatur hubungan manusia dengan manusia. Islam mengajarkan saling menghargai, saling menyayangi, serta bertoleransi dalam kehidupan bermasyarakat,” lanjutnya.
Buya Muhammad Elvi Syam juga menyoroti maraknya sikap intoleran di era kebebasan media sosial yang berpotensi mengganggu keutuhan kebhinekaan di Indonesia. Terkait aksi terorisme, bom bunuh diri, radikalisme, dan sikap intoleran, menurutnya semua itu sangat bertentangan dengan ajaran Islam.
“Jangankan membunuh orang lain, merusak harta dan mencederai martabat sesama manusia saja jelas haram hukumnya. Termasuk mencaci maki dan menjelekkan sesama, itu sangat dilarang dalam Islam,” tegasnya.
Melalui kesempatan tersebut, Buya Muhammad Elvi Syam mengajak umat Islam untuk merawat kebersamaan dan kebhinnekaan dalam bingkai NKRI yang Rahmatan lil ‘Alamin.
Buya Muhammad Elvi Syam juga menegaskan penolakannya terhadap segala bentuk terorisme, radikalisme, dan sikap intoleran yang dilakukan oleh segelintir pihak, karena hal tersebut nyata-nyata bertentangan dengan nilai-nilai luhur ajaran Islam. (*)





