METRO SUMBAR

Tetap Ngopi Saat Ramadan?, Tips Aman Agar Lambung Tak Bermasalah

2
×

Tetap Ngopi Saat Ramadan?, Tips Aman Agar Lambung Tak Bermasalah

Sebarkan artikel ini
ILUSTRASI— Kopi.

MEMASUKI bulan suci Ramadan 2026, kebiasaan ngopi bagi sebagian orang tetap sulit ditinggalkan. Namun, para ahli mengi­ngatkan agar konsumsi kopi selama berpuasa dilakukan dengan cara yang lebih bijak agar tidak berdampak pada kesehatan.

Minum kopi pada da­sarnya tidak dilarang saat Ra­madan. Hanya saja, kan­dungan kafein di dalamnya perlu mendapat perhatian khusus karena dapat memengaruhi kondisi tubuh, terutama ketika pola makan dan minum berubah selama puasa.

Salah satu hal penting yang perlu diperhatikan adalah menghindari minum kopi saat perut kosong. Terlebih bagi mereka yang memiliki riwayat gangguan lambung seperti maag atau GERD, kebiasaan ini dapat memicu ketidaknyamanan.

Praktisi kesehatan se­kaligus pendakwah, Zaidul Akbar, menyarankan agar saat berbuka puasa tidak langsung mengonsumsi kopi. Ia menganjurkan untuk memulai dengan makanan atau minuman yang lebih ramah bagi lambung.

“Awali berbuka dengan yang manis alami seperti kurma dan air putih, bukan langsung kopi,” ujarnya dalam sejumlah kesempatan dakwah kesehatan.

Baca Juga  Hari ini, Tanggap Darurat di Kota Pariaman Berakhir, 250 KK Terdampak Banjir Terima Bantuan

Kopi yang diminum da­lam kondisi perut kosong berpotensi mengganggu lambung dan memicu ke­naikan asam lambung. Ka­rena itu, sebaiknya kopi dikonsumsi setelah tubuh menerima asupan maka­nan terlebih dahulu.

Selain waktu konsumsi, jenis kopi juga perlu diperhatikan. Banyak ahli kesehatan menganjurkan untuk memilih kopi murni tanpa tambahan gula berlebih maupun krimer buatan.

Zaidul Akbar juga menekankan pentingnya me­nghindari gula pasir dan krimer instan dalam sajian kopi. Sebagai alternatif, ia menyarankan penggunaan madu murni dalam jumlah terbatas atau tambahan rempah seperti kayu manis dan jahe untuk membantu metabolisme tubuh.

Tak hanya itu, waktu terbaik untuk menikmati kopi selama Ramadan juga menjadi perhatian. Disarankan kopi diminum setelah makan malam atau setelah berbuka dan tubuh sudah mendapatkan cukup nutrisi.

Ahli gizi masyarakat, Tan Shot Yen, mengingatkan bahwa kopi memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil. Kondisi ini bisa berdampak pada keseimbangan cairan tubuh selama berpuasa.

Baca Juga  Masterplan Pengembangan Pulau Cingkuak Tunggu Persetujuan Pusat

“Kopi berefek diuretik. Bikin sering kencing dan kekurangan cairan jika seharian tidak minum,” ujar Tan Shot Yen, seperti di­kutip dari Antara.

Ia mengingatkan agar pecinta kopi menyesuaikan waktu konsumsi dengan pola istirahat. Mengonsumsi kopi terlalu dekat dengan waktu tidur juga berpotensi mengganggu kualitas istirahat malam.

Di sisi lain, kebutuhan cairan tubuh tetap harus menjadi prioritas utama selama Ramadan. Selain membatasi kopi, ma­sya­rakat dianjurkan memperbanyak konsumsi air putih saat sahur dan berbuka.

Minuman alami seperti infused water, air hangat dengan perasan lemon, atau campuran madu juga dapat menjadi pilihan untuk membantu menjaga hidrasi tubuh. Asupan cairan yang cukup akan membantu proses detoks alami berjalan lebih optimal selama puasa.

Dengan pengaturan waktu dan cara konsumsi yang tepat, kebiasaan minum kopi tetap bisa dinikmati tanpa mengganggu kesehatan. Kuncinya adalah tidak berlebihan serta tetap memperhatikan kebutuhan tubuh selama men­jalankan ibadah puasa. (*/rom)