JAKARTA, METRO— Pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) memastikan terus memantau perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah. Langkah itu dilakukan dengan menjalin komunikasi intensif serta berkoordinasi langsung dengan para Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di wilayah terdampak.
Dalam pernyataan resminya, Minggu (1/3), Kemlu menegaskan bahwa perwakilan RI di berbagai negara kawasan tersebut tetap siaga.
“Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia dan Perwakilan RI di kawasan Timur Tengah terus menjalin komunikasi secara intensif serta berkoordinasi dengan para WNI di wilayah terdampak,” demikian keterangan resmi Kemlu RI.
Pemerintah juga mengimbau seluruh WNI agar tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi yang berkembang. Selain itu, warga diminta meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi arahan otoritas setempat.
“Seluruh WNI di wilayah terdampak untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, mengikuti arahan otoritas setempat, serta menjaga komunikasi secara berkala dengan Perwakilan RI terdekat,” lanjut pernyataan tersebut.
Tak hanya kepada WNI yang saat ini berada di Timur Tengah, Kemlu RI juga mengingatkan masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan ke kawasan tersebut. Demi keselamatan bersama, rencana perjalanan disarankan untuk ditunda sementara waktu.
“Masyarakat Indonesia yang berencana melakukan perjalanan melalui atau transit di kawasan Timur Tengah agar mempertimbangkan kembali rencana perjalanan dan menunda perjalanan hingga situasi lebih kondusif,” tegas Kemlu.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, perwakilan RI di sejumlah negara Timur Tengah membuka layanan hotline bagi WNI yang membutuhkan bantuan atau informasi lebih lanjut.
Berikut daftar kontak resmi yang dapat dihubungi: Kedutaan Besar Republik Indonesia di Riyadh (KBRI Riyadh): +966 569173990, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah (KJRI Jeddah): +966 503609667, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Abu Dhabi (KBRI Abu Dhabi): +971 566156259, Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Dubai (KJRI Dubai): +971 564170333 / +971 563322611.
Kemudian, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Doha (KBRI Doha): +974 44657945 / 44664981 / 33322875, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kuwait City (KBRI Kuwait City): +965 97206060 / 97809760, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Manama (KBRI Manama): +973 38791650, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Amman (KBRI Amman): +962 779150407, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Baghdad (KBRI Baghdad): +964 7769842020, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tehran (KBRI Tehran): +98 9914668845 / +98 9024668889, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beirut (KBRI Beirut): +961 70817310, Kedutaan Besar Republik Indonesia di Damaskus (KBRI Damaskus): +963 954444810.
Kemlu menegaskan komitmennya untuk terus memantau situasi secara real time dan memastikan perlindungan maksimal bagi seluruh WNI di luar negeri. Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat selalu mengakses informasi dari sumber resmi guna menghindari kabar yang belum terverifikasi. (jpg)





